BEUUH! JATUH CINTA SEBABKAN PERUBAHAN KIMIAWI OTAK

Kadar serotonin pada orang yang sedang di mabuk cinta setara rendahnya dengan kadar serotonin pada orang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif.

Ketika mengalami atau melihat kerabat kita yang sedang , sepertinya ada perubahan yang bisa kita rasakan. Sepertinya sulit menemukan sesuatu yang rasional karena tak jarang seseorang yang sedang di mabuk cinta terlihat sedikit “tidak waras”. Ternyata, sebabkan perubahan kimiawi pada kita.

Seorang professor antropolog di Rutgers University, Helen Fisher bersama dua rekannya, menggunakan mesin MRI untuk mengakaji otak orang-orang yang sedang jatuh cinta berat. Ketika subjek penelitian memandang foto kekasihnya, maka area tegmental ventral dan inti kaudat akan “menyala”. Inti kaudat adalah area jaringan kerja reseptor padat untuk transmiter saraf dopamin.

Donatella Marazziti, professor psikiatri di University of Pisa di Italia juga melakukan penelitian.  Ditemukan kadar serotonin pada orang yang sedang di mabuk cinta, setara dengan orang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif atau semacam terobsesi dengan sesuatu secara berlebihan (bersifat memaksa). Tenjo didie (HEWAN DENGAN WAKTU TIDUR TERLAMA, Keblug?)

Jadi, wajar jika sedang di mabuk cinta dan kita merasa seperti “tidak waras”, penjelasan ilmiahnya, sudah terjawab, karena jatuh cinta memang menyebabkan perubahan kimiawi pada otaknya. (bobotohid/BBS/nationalgeographic.co.id/foto:disehat.com)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.