GANDENGNA SUPPORTER TURKI BUKAN TIDAK RESPEK, TAPI NGADU’A !

Bobotoh.id –  hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Yunani di laga persahabatan pada Sabtu malam kemarin (Rabu dinihari WIB). Namun yang menjadi berita utama bukan tentang hasil imbang tersebut. Yang menjadi sorotan adalah aksi fans jelang laga ketika sesi mengheningkan cipta tanda berkabung atas tragedi Paris. Di saat yang seharusnya penuh kesunyian itu, fans malah melakukan kebisingan.

Tenjo disini: MESKI PAKUSUT, BOBOTOH TETAP CINTA SEPAK BOLA INDONESIA !

Awalnya, banyak yang mengkritik aksi fans Turki tersebut yang dianggap tidak menghargai suasana duka yang menimpa warga Paris, Prancis. Namun ternyata, di balik aksi bising itu ada makna mendalam. Dilansir 101greatgoals, mahasiswa Universitas Anadolu, Mustafa Ozsan mengungkapkan, aksi tidak biasa itu justru merupakan tanda dukungan terhadap para korban teror sekaligus kecaman terhadap pelaku teror.

“Kalimat yang mereka lontarkan adalah ‘Sehitler ölmez, bölünmez vatan (artinya: Martir, mereka tidak mati, mereka abadi)’. Itu kebiasaan dari masa lalu bangsa Turki ketika menjadi korban aksi teror organisasi PKK,” kata Mustafa seperti dilansir viva.co.id.

“Ketika itu, lebih dari 30 ribu warganegara Turki tewas oleh kekejaman PKK. Termasuk bayi, wanita, anak-anak, guru, petugas, dokter, mahasiswa dan tentara. Sejak saat itu, setiap ada seseorang tewas karena aksi teror, maka mereka meneriakkan kalimat tersebut,” lanjutnya.

Warga Turki menganggap warga Prancis yang menjadi korban teror dalam tragedi Paris merupakan martir. Sementara teriakan cemoohan merupakan tanda kebencian mereka terhadap aksi terorisme.

“Oleh karena itu, saya berharap tidak ada salah paham (terkait aksi fans timnas Turki). Sebab itu bisa menciptakan kebencian di seluruh dunia terhadap bangsa Turki karena alasan yang salah,” jelasnya. (Bobotoh.id/RF)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.