INI 6 TOKOH INDONESIA NU DIJADIKEUN NGARAN JALAN DI NEGARA LAIN !

Di Indonesia, menggunakan nama tokoh pahlawan nasional sebagai nama jalan sudah biasa. Nama pahlawan digunakan karena mereka telah memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kemerdekaan bagi kaumnya yang tertindas dan hilang haknya sebagai manusia. Nama tokoh pahlawan tersebut digunakan agar kita selalu ingat terhadap sejarah negara kita ini.

Namun siapa sangka, nama tokoh di Indonesia yang sering kita dengar ini juga dipergunakan sebagai nama jalan di negara lain. Ada rasa bangga tersendiri jika kita melihat nama tersebut terpampang di jalan negara tersebut. Berikut tujuh negara yang menggunakan nama tokoh Indonesia di jalan mereka :

Irawan Soejono, Belanda

Irawan Soejonostraat

Irawan Soejonostraat merupakan salah satu nama jalan di Amsterdam. Jika dilihat dari namanya, susunan katanya berasal dari suku jawa. Beliau bukanlah pahlawan Indonesia, namun beliau merupakan orang penting bagi orang Belanda karena dengan gagah berani membantu mereka melawan SS Nazi Jerman yang ketika itu sedang mengusai Belanda. Irawan Soejono, merupakan putra dari Raden Ario Adipati Soejono, salah satu menteri pertama Indonesia. Saat ini, namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Amsterdam.

Ieu rame lur: KOMPAK PISAN ! IBU & ANAK RESEP PERSIB !

Soekarno, Maroko

Rue Sokarno

Siapa yang tidak kenal dengan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Banyak kisah tentang presiden pertama kita ini, termasuk perannya dalam memberi izin kitab karya ulama Maroko agar dijadikan rujukan bahan ajaran wajib di berbagai pesantren Indonesia. Atas kerja samanya tersebut, Raja Maroko pada saat itu yaitu Muhammad V memberikan sebuah apresiasi dan penghargaa dengan memberikan satu jalan di ibukota Maroko, yaitu Rabat dengan nama Rue Sokarno. Peresmian jalan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 1960 dengan hadirnya Presiden Soekarno.

Soekarno, Mesir

ahmed sokarno

Nama Presiden Soerkano tidak hanya digunakan di Maroko saja, melainkan juga di Mesir. Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Kala itu, pemipin Mesir yaitu Gamal Abdul Nasser memberikan nama di salah satu jalan di Sudan dengan Ahmed Soekarno ST. Penambahan kata Ahmed di jalan tersebut merupakan bukti bahwa Soekarno merupakan pemeluk islam.

R.A Kartini, Belanda

R.A Kartinistraat

Beliau merupakan pahlawan wanita yang menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita Indonesia dimasanya. Salah satu karya beliau adalah “Habis gelap, terbitlah terang”. Karya yang tak kenal jaman tersebut merupakan kumpulan surat beliau yang dijadikan buku oleh Menteri Kebudayaan Agama dan Kerajinan Hindia Belanda yaitu J.H Abendanon. Di Belanda, R.A Kartini sangat terkenal, ada 4 kota yang memiliki nama jalan beliau yaitu Utrecht, Venlo, Amsterdam dan Harlem.

Bung Hatta, Belanda

Mohammed Hattastraat

Jika sebelumnya Presiden Soekarno sudah memiliki nama jalan di dua negara, wapres pertama kita pun ada di negara kincir angin. Muhammad Hatta atau lebih dikenal dengan Bung Hatta merupakan Bapak Koperasi Indonesia ini digunakan namanya sebagai salah satu jalan di Kota Harlem, Belanda. RH Claudius merupakan walikota yang meresmikan nama Mohammed Hattastraat di Harlem.

Soetan Syahrir, Belanda

Sutan Sjahrirstraat

Masih dengan Belanda, nama Soetan Syahrir pun digunakan di salah satu jalan di belanda. Salah satu menteri pertama Indonesia ini diabadikan namanya di Kota Leiden, Belanda. Soetan Syahrir pernah menimba ilmu di Leiden School of Technology.

Munir, Belanda

Munir

Munir 2

Terakhir masih dengan Belanda, sepertinya Belanda banyak mengadaptasi nama tokoh Indonesia sebagai nama jalannya. Munir merupakan direktur eksekutif dari Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia yang terbukti meninggal karena keracunan makanan. Untuk menghargai sepak terjangnya tersebut, Belanda memberikan penghargaan kepadanya dengan mengambil nama Munir untuk dijadikan nama jalan di Den Haag dengan nama Munirstraat. (Bobotoh.id/RF/Sikerok)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.