LUR, ISUK-ISUK BACA KORAN ATOW MUKA HP ? INI JAWABAN BOBOTOH !

.id – Ada perubahan yang terjadi dengan aktifitas di pagi hari. Dahulu, biasanya sebagian orang mengisi aktifitas paginya dengan membaca tapi sekarang, membuka menjadi aktivitas rutin yang dilakukan sebagian penduduk Indonesia di pagi hari.

Dari polling yang dilakukan bobotoh.id melalui akun twitternya @bobotohID, dari 105 voters, 95 % diantaranya memilih untuk membuka di pagi hari. Sedangkan orang yang memilih membaca koran hanya 5 % saja.

“Halow Lur !! Cik naros ah, rutinitas pagi MACA KORAN atow MUKA HP ?!,” tulis admin @bobotohID beberapa jam lalu.

Bobotoh pun langsung merespon pertanyaan tersebut. Banyak sekali yang menjawab, membuka HP adalah perkara yang simple dan lengkap karena didalamnya terdapat berbagai macam fiture.

“@BobotohID kalo jaman ayeuna mah mungkin koran tos di kasisikeun .. Lbih praktis liat di Hp 🙂 . jadi MUKA HP dong,” ujar akun @usabperning_ menjawab pertanyaan @bobotohID

“@BobotohID yg pasti muka hp ahaa,” jawab akun lain bernama Irna Ladys Persib ‏@Irna19Inna.

POLLING KORANG HP

Sejarah handphone atau telepon genggam !

Dikutip dari laman wikipedia, Telepon genggam (telgam) atau telepon seluler (ponsel) atau handphone (HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel/mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).

Saat ini, Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) telgam dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna telgam bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan telgam menjadi nyaman. (bobotoh.id/HL/Wikipedia)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.