MESKI PAKUSUT, BOBOTOH TETAP CINTA SEPAK BOLA INDONESIA !

.id – Carut-marutnya Indonesia tak lantas membuat para suporternya beralih dan memilih luar negeri. Bobotoh contohnya, mereka tetap menjadikan Indonesia menjadi tontonan nomor 1 sekalipun saat ini kondisinya sedang amburadul.

Polling yang dilakukan bobotoh.id melalui akun twitternya @bobotohID, Bobotoh tetap setia dengan . Tak semata-mata karena adanya , bobotoh menilai, suporterpun menjadi salah satu alat untuk membangkikan gairah sepak bola nasional.

“Lur, cik ah ! Leuwih resep nonton sepak bola eropa atau indonesia ?! Derrr….! Alasannya ?!,” tulis admin @bobotohID dalam akun twitternya.

Dari 125 voters, 72% nya memilih sepak bola Indonesia sebagai tontonan daripada sepak bola luar negeri, Eropa khususnya. Alasan yang dilontarkannyapun beragam, mulai dari Persib hingga rasa bangga terhadap sepak bola tanah air ditengah kekisruhan yang terjadi.

“@BobotohID liga indonesia, sebab mun lain org indonesia saha nu rek nonton, asa moal org eropa nonton liga indonesia=)),’ tulis akun @firmandhyrendy.

Hal senada pun diungkapkan seorang bobotoh wanita berakun @Srierlinasri08. Wanita berama Erlina ini mengatakan, “Baikburuk sepakbola indonesia ieu tetep kebanggaan kita bersama=))))),” tulisnya.

Alasan lain yang menjadi alasan bobotoh memilih sepak bola Indonesia adalah wasit. @bobotohjamika mengatakan, wasit Indonesia membuat seru pertandingan sepak bola di tanah air.

“@BobotohID geregeut ninggali wasit na jd seru haha,” ujarnya.

polling eropah endonesa

Sejarah Sepak Bola Indonesia !

Sepak bola indonesia dimulai sejak tahun 1914 saat Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Kompetisi antar kota di jawa tersebut hanya di juarai oleh dua tim atau di dominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City.

Sejarah Sepak Bola Modern di Indonesia dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan ketuanya Soeratin Sosrosoegondo.

Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

Setelah wafatnya Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi.

Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir.

Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23). Sayangnya sejarah panjang sepakbola Indonesia belum mampu merubah prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional. Butuh manajemen bola yang bertekad untuk merubah Sepak Bola Indonesia menjadi lebih baik lagi. (bobotoh.id/HL/Kompasiana/Wikipedia) (Foto : Getty Images)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.