TAK MELAPOR SAAT MELINTAS, WARGA DIANIAYA PULISI, MOTORNA GE DITEMBAKAN!

Bobotoh.id- Seorang petani bernama Andreas Kalapadang dicegat dan dianiaya oleh oknum anggota Brimob yang bertugas di Pos Pengamanan gabungan TNI Polri, Minggu (21/11) 2015, karena tidak melapor saat melintasi pos. Pos ini didirikan dalam rangka operasi Camar Maleo IV, yaitu operasi gabungan terhadap penuntasan kelompok teroris pimpinan Santoso. Selain dianiaya, kendaraan roda dua milik korban juga ditembaki dengan menggunakan senjata laras panjang hingga roda depan rusak.

“Hanya kerena saya tidak singgah melapor saat melintas, saya dianiaya. Motor saya ditembaki sama petugas polisi menggunakan senjata laras panjang,” tutur Andreas, Selasa (24/11/2015). Saat dikonfirmasi via telepon, Andreas menuturkan, pada Minggu sekitar pukul 08.00 Wita, dia melintasi pos pengamanan dengan menggunakan sepeda motor menuju rumah temannya untuk mengambil gergaji untuk kerja bakti. Karena mengejar waktu, saat melintas di depan pos gabungan terpadu TNI/Polri, dia diteriaki oleh salah seorang anggota polisi berkaus Brimob. Namun karena buru-buru, dia berencana melapor setelah pulang dari mengambil gergaji. Saat perjalanan pulang, Andreas lalu berhenti di depan pos terpadu. Namun, belum sempat turun dari sepeda motornya, dia sudah ditarik paksa masuk ke dalam pos. Di dalam pos inilah, dia dianiaya. Tenjo oge Lurr.. (PS-4 BISA DIPAKE NGAREKRUT ANGGOTA TERORIS!)

Meski telah mengalami penganiayaan, Andreas mengaku kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh petinggi pejabat Kepolisian dari Polda dan Brimob, Senin (22/11/2015). Sepeda motor yang sebelumnya rusak sudah diperbaiki oleh polisi. Biaya pengobatan dan penyembuhan, lanjutnya, juga sudah diganti. (Bobotoh.id/BBS/kompas.com)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.