DONALD TRUMP RÉK NGAJAK “GELUT” PANGERAN ARAB !

Salah satu calon kandidat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald , sedang ramai diperbicangkan. Sebab, kandidat dari Partai Republik itu menyerang kaum minoritas AS, salah satunya adalah muslim.

Tidak cukup hanya menyerang para muslim di AS, Trump juga mulai mengajak ribut salah satu pangeran Arab yang punya pengaruh besar di AS, yaitu Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud. Menurut Trump, Alwaleed merupakan orang yang bikin malu seluruh rakyat AS. Jumat lalu, Trump menyebut Alwaleed punya niat menguasai AS dengan memakai kekayaan orang tuanya. Alwaleed memang punya banyak investasi di negeri Paman Sam, mulai dari pegang saham Twitter, Citi Group hingga Coca Cola. Trump menyatakan tidak sudi dikontrol oleh si pangeran jika ia terpilih jadi presiden nanti.

Ieu rame lur: MASJID DI AMERIKA INI KAHURUAN ! SABOTASE KITU ?

Seperti dikutip dari CNN, Senin (13/12/2015), pernyataan Trump itu merespons kicauan Alwaleed di Twitter yang mengusulkan Partai Republik untuk membatalkan pencalonan Trump. Sebab, sepupu dari Raja Salman dari Arab Saudi itu menolak keras ide Trump melarang muslim masuk AS.

Saat ini Alwaleed merupakan orang terkaya ke-34 di dunia menurut Forbes, dan nomor satu di Arab Saudi. Juli lalu, pangeran yang jago keuangan ini berniat menyumbangkan seluruh kekayaannya senilai US$ 32 miliar (Rp 416 triliun) jika sudah meninggal nanti. Rencana Trump melarang muslim masuk AS itu juga membuat berang para pebisnis muslim yang selama ini berdagang dengan perusahaan AS tanpa melibatkan ras dan agama.

Kamis lalu, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengatakan kepada CNN bahwa Trump tidak boleh masuk ke negara muslim gara-gara omongannya yang sembarangan tersebut. Akbar juga menyebut Trump orang yang naif karena selama ini menerima uang dan berbisnis dengan negara muslim. (Bobotoh.id/RF/Detik.com)

 

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.