KALOW ADA SUPORTER YANG MENGHURUNGKAN FLARE, AKAN KAMI KURANGI POIN !

Laga Arema Cronus versus Persipura Jayapura pada Minggu (13/12/2015) malam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, diwarnai dengan aksi suporter menyalakan bom asap dan flares. Dalam laga babak 8 besar Grup E Piala Jenderal Sudirman, menjelang akhir laga, suporter Arema dari tribune utara menyalakan bom asap dan flare. Asap itu mengganggu jalannya pertandingan dan akhirnya dihentikan sementara. Bahkan, ada oknum yang melempar bom asap ke lapangan.

CEO Sports and Entertainment, Hasani Abdulgani mengatakan, suporter yang menyalakan bom asap, mercon, dan sejenisnya akan mendapat pengurangan nilai dalam pemilihan suporter terbaik di turnamen ini.

Ieu rame lur: PELATIH PERSIPURA: SULIT KALOW MENGLAWAN “14 PAMAÉN” AREMA !

“Tim kami menilai suporter dari sisi kreativitas. Jadi, kalau ada yang bertindak kurang sportif dan mengganggu pertandingan, otomatis nilai akan berkurang,” katanya.

Turnamen Piala Jenderal Sudirman menyediakan hadiah Rp 100 juta untuk suporter terbaik. Penghargaan itu bertujuan memotivasi suporter untuk berlomba mendukung tim kesayangan dengan cara yang kreatif dan unik. Mulai dari lagu, nyanyian, dan koreo. Ketertiban suporter juga jadi faktor yang menentukan penghargaan tersebut.

“Ketertiban juga berlaku di luar stadion. Kalau ada yang merusuh, tentu kami akan mengurangi nilai,” lanjutnya.

Hasani berharap, suporter tim yang bertanding di babak 8 besar mengevaluasi diri, apalagi fase ini digelar di luar markas mereka. Dengan kata lain, suporter harus jadi tamu yang baik di Solo dan Sleman.

“Mari kreatif dengan cara yang positif. Saya yakin suporter bisa melakukan hal itu karena pada dasarnya euforia suporter Indonesia sangat bagus,” tegasnya.


Bobotoh.id/RF/Bola.com

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.