BAGIAN 2: KARENA DUGAAN PENGATURAN SKOR JEUNG PBFC, 3 PAMAÉN SURABAYA IEU DIPECAT ! INI KRONOLOGISNYA

Indikasi suap itu semakin kuat ketika CEO , Gede Widiade melihat Tony, dan salah satu asisten pelatih Borneo FC lainnya mendatangi hotel Jayakarta, tempat skuat menginap, Senin (14/12/2015) dini hari.

Setelah dibuntuti, Tony dan rekannya itu masuk ke salah satu kamar pemain Surabaya United, yakni kamar Dutra dan Pedro Javier. Gede bahkan sempat menyalami Tony dan rekannya itu di lobi hotel Jayakarta. Sementara itu, meski tak ada indikasi keterlibatan Jendry dalam kasus ini, dua gol ke gawang Surabaya United di pertandingan lawan Borneo FC dianggap kesalahan fatal yang sangat merugikan tim.

Ieu rame lur: GAVIN JEUNG CONTEH MEMUTUSKAN INDIT JUGA DARI PERSIB ! EH, KUNAON KITU ?

Sebelumnya, saat melawan PS TNI, Jendry juga kebobolan dengan gol-gol yang terbilang mudah untuk kiper sekelasnya. Sebagai penjaga gawang, Jendry punya pengalaman segudang dan salah satu kiper terbaik yang dimiliki Indonesia. Sekretaris Surabaya United, Rahmad Sumanjaya membenarkan pemecatan ketiganya. “Benar, kami resmi memecat mereka. Terhitung sejak Kamis (17/12/2015) pagi mereka sudah tidak bersama kami lagi,” ujar Rahmad.

Ibnu sendiri mengaku memiliki firasat buruk sebelum pertandingan. Ia mengaku tak seperti biasanya ada kegusaran yang sangat kuat di hatinya. Benar saja, Ibnu yang tak biasanya memegang telepon selular, ketika jeda babak kedua dalam posisi Surabaya United unggul 1-0 atas Borneo FC, ia menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal. Bunyi SMS tersebut bernada mengingatkan Ibnu agar berhati-hati. Ternyata kecurigaan itu benar-benar terjadi di babak kedua. Dua gol yang dicetak Rizki Pora dan Goran Gancev dengan mudah bersarang ke gawang Surabaya United.

Sebelumnya: BAGIAN 1: DUGAAN PENGATURAN SKOR JEUNG PBFC, 3 PAMAÉN SURABAYA IEU DIPECAT ! INI KRONOLOGISNYA

[socialpoll id=”2317322″]

(Bobotoh.id/RF/Bola.com

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.