MENJELANG TAHUN BARU, PENJUALAN LEM MENINGKAT PESAT ! JANG NAON TAH ?

Sebuah toko yang menjual kayu yang ditemui Liputan6.com di Jalan Tentara Pelajar, , menyatakan penjualan meningkat akhir-akhir ini. Jika hari biasa hanya terjual sekitar 5 kaleng ukuran kecil, penjual toko yang enggan disebut namanya itu berhasil menjual 50 kaleng dalam 3 hari terakhir. Kebanyakan pembeli yang biasa digunakan untuk menambal ban itu berusia remaja. Namun, ia tidak mengetahui pasti apa yang akan dilakukan remaja-remaja itu dengan yang dibelinya. “Kami tidak pernah tahu juga mau dipakai apa karena fungsinya kan untuk dipakai tambal ban dalam kendaraan. Jadi, sekali lagi kami tidak tahu mereka beli untuk diisap,” ujar penjual itu, Selasa, 29 Desember 2015.

Ieu rame lur: KUSABAB ADANYA TOL CIPALI, 70 PERSEN USAHA DI PANTURA BANGKRUT ?! EH, KUMAHA ATUH ?

Penjelasan didapatkan dari Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera. Ia menyatakan terjadi peningkatan konsumsi lem untuk diisap remaja jelang perayaan Tahun Baru. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menindak tegas kenakalan remaja tersebut. “Tujuan mereka pakai untuk larut dalam pesta pergantian tahun. Selain murah dan mudah didapatkan, efeknya juga sama yakni membuat pemakainya bisa hilang kesadaran alias ,” kata Barung kepada Liputan6.com.

Barung menerangkan, meski harga lem relatif murah, dampak mengisap lem sangat merusak kesehatan. Pengguna bisa hilang kesadaran hingga mampu melanggar aturan atau berbuat kejahatan. “Dampaknya sangat merusak karena ketika hilang kesadaran penggunanya dapat melakukan hal-hal yang melanggar aturan seperti berbuat kejahatan,” ucap dia.

Kebiasaan mengisap lem juga bisa menyebabkan kecanduan. Irfan, warga Jalan Hartaco, Makassar, menuturkan salah satu keponakannya pernah kecanduan mengisap lem hingga tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang sekitarnya. Ia pun harus dirawat dan menjalani rehabilitasi sebelum bisa kembali normal. “Bayangkan saja, keponakan saya itu kayak orang gila saja. Senang sendirian mengunci diri di kamar dan ketika diajak omong tidak pernah nyambung pembicaraan. Bahkan, dia selalu berhalusinasi mendengar seekor cecak berjalan di dinding,” tutur Irfan.

[socialpoll id=”2319968″]

(Bobotoh.id/RF/Liputan6.com)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.