PEUTING SEKARANG MASUK MUSEUM KAA HARATIS !!

Kepala Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Thomas A Siregar mengatakan jika pihaknya akan mengreratiskan tiket masuk Gedung Konferensi Asia Afrika pada malam perayaan tahun baru nanti.

“Ini bentuk layanan khusus yang buka pada malam hari. Masyarakat bisa berkunjung mulai pukul 20.00 hingga 24.00 WIB dan tanpa tiket,” kata Thomas.

Ieu Rame Lur : BMKG : Ke Peuting Bandung Diguyur Hujan !! Alhamdulillah !!

Dalam acara yang bertajuk “Night at the Museum KAA” ini menurutnya para pengunjung nantinya akan dibekali informasi terkait sejarah-sejarah yang berhubungan dengan dan konferensi itu sendiri.

“Beberapa informasi serius tentang KAA, mulai dari ketegangan politik dunia pra KAA, aktivitas KAA dan kelahiran Dasasila Bandung hingga dampak KAA bagi kemerdekaan puluhan negara di dua benua tersaji di Museum KAA,” ujarnya.

Selain itu, Pengelola museum juga menyediakan tiga sarana multimedia yang menyajikan infografis tentang sejarah KAA dan profil delegasinya serta sejarah Gerakan Non-Blok dan menayangkan film dokumenter berdurasi 15 menit berjudul “The Birth of Bandung Spirit” karya Garin Nugroho secara terus menerus di Ruang Audivisual. (.id/FD)

!!

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung. Terletak di Jl.Asia Afrika No.65.

Museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan . Secara keseluruhan memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika.

Latar belakang dibangunnya museum ini adalah adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan sekitarnya tempat Konferensi Asia Afrika berlangsung.

Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M memiliki ide untuk membangun sebuah museum. Ide tersebut disampaikannya pada forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.

[socialpoll id=”2320204″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.