37) Konser Perayaan 20 Tahun Karir Glenn Fredly

Tahun ke-20 ini bisa dibilang menjadi titik awal untuk ke fase yang lebih baru,” ucap Glenn Fredly sebelum konser mengenai pencapaian dua dekade karirnya. Memang di hari ini, publik Indonesia mengenal Glenn Fredly bukan hanya seorang musisi semata, tapi juga seorang produser film hingga penulis buku. Dan pada akhir Oktober lalu, usia 20 tahun karirnya dirayakan lewat sebuah konser megah yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Menggunakan panggung dengan bentuk 360 derajat, tata lampu memanjakan mata, juga tata suara yang tetap maksimal, konser ini dapat dinobatkan sebagai salah satu konser terbaik di tahun ini.

 

38) Kisruh Batalnya Konser Behemoth di Bali

Permasalahan internal yang pelik menjadi alasan utama Behemoth gagal tampil di Daimonous Open Air, Bali, pada Oktober lalu. Awal mula perkara terjadi saat Behemoth dibiarkan kalang kabut di bandara Osaka, Jepang, karena tak kunjung mendapatkan tiket pesawat dari pihak panitia untuk terbang ke Bali. Pihak penyelenggara seperti lepas tangan dan saling menyalahkan. Dua personel Behemoth yaitu Zbigniew “Inferno” Prominski dan Tomasz “Orion” Wroblewski memilih untuk pulang ke Polandia, sang pentolan Adam “Nergal” Darski justru tetap terbang ke Bali untuk berlibur; sempat bertemu dan foto bersama dengan salah satu anggota panitia penyelenggara.

 

39) Semarak Tur Festival Rock in Celebes 2015

Memasuki usianya yang ke enam, kini Rock in Celebes di 2015 telah bertransformasi menjadi sebuah tur festival . Jika biasanya hanya diselenggarakan di satu kota besar, Rock in Celebes 2015 kini diselenggarakan selama satu bulan (akhir Oktober-November 2015) di lima kota berbeda yaitu Palu, Kendari, Makassar, Gorontalo, dan Manado. Sederet penampil pun dihadirkan dari berbagai pelosok nusantara hingga musisi mancanegara. Rock in Celebes 2015 menjadi jembatan paling kokoh dalam mempertemukan kancah Sulawesi dengan referensi terbaiknya.

40) Bergugurannya Toko Rekaman Musik

Sebetulnya peristiwa toko-toko rekaman musik yang berguguran karena tutup sudah berlangsung lama, tepatnya ketika konsumsi musik secara digital mulai mewabah hingga di Indonesia. Situs mengunduh musik legal maupun ilegal bermunculan, hadir pula sarana streaming yang membuat penggunanya bisa mendengar berjuta-juta lagu dengan sistem langganan. Namun dua rantai toko musik yang menjadi korban tahun ini merupakan nama-nama tergolong mapan, yaitu Duta Suara dan Disc Tarra. Duta Suara—didirikan pertama kali pada 1970 oleh Andi Suharlan—telah menutup toko-tokonya yang berlokasi di pusat perbelanjaan dan hanya menyisakan satu gerai pusat yang terletak di kawasan Sabang. Sementara itu, Disc Tarra menutup empat puluh gerai di berbagai kotadan hanya menyisakan delapan yang seluruhnya di Jakarta. Padahal, pada masa jayanya, rantai toko musik ini pernah memiliki lebih dari seratus gerai. Sebagai bukti betapa perkasanya ranah digital, Disc Tarra kini berencana untuk terjun ke dunia streaming musik.

Tenjo oge Lurr.. (MUSIK 2015 Bag.1)

Tenjo oge Lurr..  (MUSIK 2015 Bag.9)

(Bobotoh.id/BBS/rollingstone)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320216″]


[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.