5 FILM PERANG YANG MENYIEUN DEG-DEGAN !! #Bagian1

Berdasarkan kisah nyata ataupun bukan, film-film Hollywood dengan genre atau berlatarbelakang peperangan selalu diminati banyak orang. Selain para aktor yang berlaga dalam film tersebut, alur cerita juga efek-efek yang digunakan dalam film membuat daya tarik tersendiri bagi para pecinta fil perang.

Kali ini, kami akan mengupas 5 terbaik versi .id. Apa saja? Mari kita simak !

1. Lone Survivor (2013)

Lone
Film perang yang satu ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Afganistan. Film ini menceritakan kegagalan pasukan US Navy dalam menjalankan operasi khusus yang dinamai Red Wings Operation. Empat orang tim pengintai yang dalam film ini diperankan Mark Wahlberg (Marcus Ruttreall), Ben Foster (Matthew Axelson), Taylor Kitsch (Michael Murphy) dan Emile Hirsh (Danny Dietz) diperintah untuk membunuh salah satu pimpinan Taliban bernama Ahmad Syah. Namun, pengintaian mereka diketahui secara tidak sengaja oleh 3 orang pengembala kambing. Keputusan berat harus diambil oleh Taylor Kitsch (Michael Murphy) selaku pemimpin dalam pasukan ini. Tiga orang pengembala kambing tersebut dibebaskan meskipun beberapa orang anggota pasukan meminta untuk membunuh pengembala tersebut. Keputusan Taylor Kitsch (Michael Murphy) ternyata berakibat fatal. Salah seorang pengembala kambing memberitahukan penemuan mereka kepada anggota Taliban. Dalam waktu kurang lebih 1 jam, pasukan Taliban mengepung persembunyian mereka di puncak gunung. Pertempuran sengit terjadi. Tiga dari orang pasukan US Navy tewas, dan Mark Wahlberg (Marcus Ruttreall) berhasil selamat setelah ditolong salah seorang warga Afganistan yang bersebrangan dengan pasukan Taliban.

Film yang disutradarai Peter Berg ini mendapatkan nilai 7.6 dalam website film IMDB.

2. America Sniper (2014)

American-Sniper-Movie-Poster-7
Sama halnya dengan “Lone Survivor”, American Sniper juga film yang dibuat berdasarkan kisah nyata US Navy SEAL, bernama Chris Kyle. Nama Chris Kyle sangat melegenda, karena dengan kehebatan dan kelihaian menembaknya dia sampai memiliki julukan “Al-Shaitan” atau “The Devil” dari Irak.

Film yang dibintangi Bradley Cooper (Chris Kyle) ini benar-benar akan menggugah hati dan pikiran Anda. Sebab, fakta tentang peperangan yang mungkin tidak pernah diungkap di dunia nyata akan Anda lihat di sini. Selain itu, Anda juga akan lebih bisa memahami seperti apa kehidupan tentara kala menjalani sebuah peperangan. Tentara juga manusia biasa, mungkin itu kalimat yang tepat untuk menyimpulkan keseluruhan cerita di film ini. Untuk lebih bisa memahaminya, tentu Anda perlu menontonnya hingga selesai.

Gambaran sisi kemanusiaan seorang tentara yang mencintai negaranya memang menjadi faktor paling kuat di film ini. Anda tidak akan dibuat lelah dengan muatan politik yang biasanya ada dan ditampilkan di film yang sejenis. Dan itulah yang menjadikan film American Sniper sangat menyentuh. Namun begitu, harus diakui pula ada beberapa adegan yang memang tidak layak ditonton untuk anak di bawah umur.

Film yang disutradarai Clint Eastwood ini mendapatkan nilai 7.3 dalam website film IMDB.

Ieu Rame Lur : 7 Film Keren Yang Diperankeun Mark Wahlberg !!

3. The Hurt Locker (2008)

hurt_locker_poster_m_0

Film dibuka dengan kutipan dari “War Is a Force That Gives Us Meaning”, sebuah buku terlaris tahun 2002 karya seorang jurnalis perang bernama Chris Hedges: “The rush of battle is often a potent and lethal addiction, for war is a drug.”.

Film yang rilis pada tahun 2008 ini menceritakan tentang seorang dari unit penjinak bom (EOD) bernama William James yang diperenkan Jeremy Renner. Dia adalah seorang veteran perang yang sangat teruji dalam urusan menjinakan bom. Ia terpilih menggantikan staf Sersan Matthew Thompson (Guy Pearce) yang tewas saat menjinakan bom dalam misi rotasi dari Bravo Company di Baghdad.

Gaya William James dalam menjinakan bom dianggap terlalu ekstrim dan berbeda dengan gaya Matthew Thompson. Namun, terlepas dari gayanya yang neyeleneh, William James selalu berhasil menjinakan macam-macam bom dalam misi yang dilakukannya.

Film yang disutradarai Kathryn Bigelow dan ditulis oleh Mark Boal ini mendapatkan nilai 7.6 dalam website film IMDB.

[socialpoll id=”2318179″]

4. Black Hawk Down (2001)

black

Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama dari Mark Bowden. Film ini juga memenangkan Oscar dalam 2 kategori, “Best Film Editing” dan “Best Sound Mixing”. Film ini dibintangi oleh Josh Hartnett, Eric Bana, Ewan McGregor, Tom Sizemore. Film ini rilis pada 28 Desember 2001.

Film Black Hawk Down ini menceritakan tentang keadaan di Somalia pada tahun 1993. Amerika Serikat mengirim bantuan makanan dan obat-obatan untuk warg Somalia yang kelaparan dengan Helikopter Black Hawk. Namun secara tak diduga, Dua Helikopter Amerika diserang oleh warga Somalia hingga jatuh.

Bukan hanya jatuh biasa, kedua helikopter tersebut jatuh di titik rawan perang di Mogadishu. Para awak yang selamat menjadi terancam keselamatannya. Para prajurit yang selamat mau tidak mau harus “Survive” serta saling bahu membahu keluar dari Mogadishu dan kembali ke Kamp sambil menunggu bala bantuan datang untuk mengcover mereka.

Film yang disutradarai Ridley Scot ini mendapatkan nilai 7.7 dalam website film IMDB.

5. Act The Valor (2012)

act

Film ini diperankan oleh anggota angkatan laut Amerika Serikat (US Navy Seals-United States Navy Sea, Air and Land) asli, yaitu pasukan khusus angkatan laut yang disiapkan untuk melakukan operasi tempur non konvensional termasuk melawan terorisme. Ceritanya sendiri berupa fiksi namun diinspirasi oleh kejadian-kejadian nyata yang pernah terjadi. Senjata dan peralatan perang adalah asli yang digunakan oleh anggota Navy Seals. Film ini dibuat dengan biaya 12 juta dollar dan dalam satu minggu tayang sudah menghasilkan 24 juta dollar, sebuah keuntungan sudah didepan mata.

Sesi pertama adalah sebuah tugas yang dipimpin oleh Rorke dan Dave untuk menyelamatkan seorang sandera wanita bernama Roselyn Sanchez yang merupakan agen rahasia Amerika di Costarica. Sesi kedua adalah perburuan Abu Shabal yang merupakan gembong teroris dan Christo yang merupakan penyelundup manusia. Digambarkan secara normal dan wajar serta tidak berlebihan.

Film ini bisa dikatakan sebagai sebuah film semi dokumenter dengan adanya pembacaan narasi oleh Rorke. Bisa juga dikatakan sebagai semi video game perang-perangan karena cara pengambilan gambar yang memperlihatkan ujung senapan serta hologram yang menunjukkan nama dan pangkatnya.

Kekurangan bisa ditemukan dari dialog yang dilakukan secara kaku. Mungkin ini adalah hal yang wajar karena pemainnya bukanlah aktor yang sebenarnya melainkan orang awam dalam hal acting. Namun demikian hal tsb bisa tertutup oleh sinematografi yang baik dan bagus. Apalagi ini film perang yang menomorsatukan tembak-menembak dan bukan film drama yang menomorsatukan dialog.

Prosedure yang ditayangkan adalah asli misalnya saat mengkonfirmasi dengan sandera yaitu memberi pertanyaan secara pribadi terkait dengan ibu kandung dan masa kecilnya. Karena jawabannya benar maka status konfirm. Tak tik yang digunakan juga asli misalnya saat penyerbuan maka ada tim penyerbu, tim pengintai dan tim sneaper. Strategi yang dipakai juga asli dengan membunuh satu per satu lawan dari sisi luar tanpa mengeluarkan suara ramai. Tim penyelamat sebagai rencana untuk mengeluarkan sandera.

Uniknya, nama Indonesia sempat disebut dalam film ini yaitu Abu Shabal sering melakukan pelatihan teroris di camp Indonesia. Ya tentu saja, karena di Indonesia sering terjadi aksi atau bom yang dilakukan oleh teroris. Jadi mau tidak mau nama Indonesia juga tersangkut. Apalagi jenis bom yang digunakan teroris mirip dgn yg ada di Indonesia yaitu dicampur dengan logam bulat yang biasa disebut gotri atau bearing.

Film ini didedikasikan untuk semua orang baik laki-laki maupun perempuan yang berkorban untuk negaranya sebagai penjaga kebebasan melawan teroris dan tirani.

Film yang disutradarai Mike McCoy (as Mouse McCoy) , Scott Waugh dan ditulis oleh Kurt Johnstad mendapatkan nilai 6.5 dalam website film IMDB. (Bobotoh.id/HL/Berbagai Sumber)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.