7 #TrenSosial: TAHUN 2015

Media sosial memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong perubahan – walau perlu diakui banyak upaya-upaya yang tak mendatangkan hasil. Sepanjang tahun ini, kita semua menjadi saksi betapa besarnya peran media sosial terhadap pergolakan politik dan sosial. Salah satu yang mendominasi adalah munculnya #save, menunjukan keberpihakan publik terkait isu tertentu. Siapa saja yang ingin ‘diselamatkan’ netizen? Mengapa? dan bagaimana hasilnya?

1. Ahok ( 149.000 kali): ‘Dana siluman’ sebesar Rp12,1 triliun yang tiba-tiba muncul dalam rancangan APBD versi DPRD DKI Jakarta, menyebabkan konflik panas antara gubernur dan legislatif. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama lantas memangkas dana siluman itu dan menggunakan R-APBN versinya sendiri untuk diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Skandal ini menguak ke media massa. Ahok marah-marah menuduh DPRD mengakali APBN untuk korupsi, membuat DPRD tersinggung.

Penggunaan tagar #SaveAhok mencapai puncaknya pada 27 Januari, setelah setelah DPRD setuju menggunakan hak angket untuk menyelidiki lenyapnya Rp12,1 triliun itu. Namun sebagian menganggap hak angket sengaja digunakan DPRD untuk menjatuhkan Ahok. Totalnya, tagar ini digunakan lebih dari 149.000 kali dalam periode Februari hingga Maret. “Demokrasi enggak boleh mundur bos,” begitu tulisan gambar kartun Ahok berpakaian ala Pitung, yang banyak dibagikan di media sosial. “Don’t let him fight alone,” tulis yang lainnya merujuk pada upaya Ahok memerangi korupsi di Jakarta.

02

 

2. Komisi Pemberantasan Korupsi ( 550.000 kali): Ini mungkin menjadi satu tagar yang paling ramai digunakan tahun ini. #SaveKPK,merespons penangkapan paksa Wakil KPK Bambang Widjojanto, digunakan lebih dari 550.000 kali dalam periode Januari hingga Februari. Sejumlah pengguna menduga penangkapan ini merupakan upaya pelemahan KPK, di tengah polemik pencalonan Kapolri. Tagar #SaveKPK naik mulai pukul 09.00 WIB dan memuncak pada pukul 13.00 WIB pada 23 Januari, memicu berbagai pendukung KPK menggelar aksi dukungan di depan KPK hingga larut malam. Alissa Wahid melalui akun @AlissaWahid mengatakan, “Semua orang di @KPK_RI bisa dijadikan sasaran tembak. Ingat, tujuannya adalah pelemahan KPK, agar para koruptor melenggang. #saveKPK”

“Perubahan hanya bisa diawali dari kemampuan untuk melawan kekuatan lama… Lawan. #SaveKPK,” kata pengamat politik, Yunarto Wijaya melalui akun Twitter-nya. Bagaimana hasilnya? Bambang Widjojanto mundur dari jabatan untuk menghormati proses hukum yang hingga kini berjalan. Sementara proses pemilihan calon pemimpin baru KPK masih mandek di DPR.

03

 

3. Mary Jane (280.000 kali): Walau dukungan publik cukup kuat mendukung eksekusi terpidana mati narkoba di Indonesia, banyak pula yang mencoba menghentikan eksekusi tahap dua dengan berbagai cara. Dari sepuluh nama narapidana yang dijadwalkan akan dieksekusi, nama Mary Jane asal Filipina mencuat. Dia dianggap tidak pantas menerima hukuman mati karena menjadi korban perdagangan manusia. Di media sosial, tagar #SaveMaryJaneVeloso digunakan lebih dari 280.000 kali dan #SaveMaryJane juga dipakai sekitar 39.000 kali dalam periode April hingga Mei.

Walau tagar-tagar lebih banyak digunakan oleh warga Filipina, banyak juga aktivis di Indonesia yang menggunakannya. Sejumlah petisi juga disebar untuk meminta pembatalan eksekusi. “Yang menangis tentu bukan cuma Mary Jane dan keluarganya. Tapi juga seluruh keluarga WNI yang divonis mati di luar negeri #SaveMaryJane,” kata Erwin Arnada melalui @erwinarnada. Pada jam-jam akhir menjelang eksekusi, eksekusi Mary Jane ditunda karena ditemukan bukti baru. Seorang perempuan di Filipina menyerahkan diri, mengaku bahwa ia telah menjebak Mary Jane untuk menjadi kurir narkoba.

04

 

5. Haji Lulung ( 470.000 kali): Ada banyak orang yang menggunakan tagar #SaveHajiLulung, tapi saya yakin tak banyak yang betul-betul ingin menyelamatkan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Berbeda dengan tagar #save lain yang umumnya menunjukan keberpihakan dan dorongan perubahan, #SaveHajiLulung mengandung humor yang satire, membuat Anda tertawa terbahak-bahak di depan ponsel Anda. Tagar ini digunakan lebih dari 470.000 kali dalam periode Maret hingga April, dan saking lucunya, netizen membuat sekuel tagar kedua, #HajiLulungEffect, dua pekan setelahnya.

#HajiLulungEffect juga terbukti cukup populer dan digunakan lebih dari 190.000 kali. Apakah Anda termasuk salah satu yang menikmatinya? Jika ya, berterima kasihlah pada Haji Lulung yang berkat kehebohan ini akhirnya membuat akun Twitter pribadi, @halus24.

05

 

6. Muslim Papua (68.000 kali) : Insiden terbakarnya musala di Tolikara, Papua menuai reaksi keras di media sosial dengan tagar #SaveMuslimPapua mendominasi percakapan, sementara sebagian lagi menyerukan solusi tanpa kekerasan. Tagar #SaveMuslimPapua secara total digunakan lebih dari 68.000 kali periode Juli hingga Agustus, dan umumnya didominasi dengan kemarahan. ‘Ke mana para aktivis HAM?’ dan ‘Inikah yang dinamakan toleransi?’.

Berbagai reaksi ini -beberapa di antaranya ekstrem- tidak dapat dihindari walau insiden tersebut dianggap bukanlah konflik dua agama, menurut sejumlah aktivis. Kritik menyebut bahwa media massa dan juga media sosial tidak berlaku adil pada konflik tersebut. Satu orang warga tewas dan 11 warga cedera dalam peristiwa tersebut namun tenggelam dalam pemberitaan dan media sosial.

06

 

7. Polisi, Rembang, dan Adlun Fiqri :  Ada banyak #save lain yang cukup ramai, misalnya #SaveRembang. Tagar ini awalnya digunakan untuk menolak pembangunan pabrik semen, tapi akhirnya direbut oleh sebagian pengguna yang propabrik semen. Ada juga #SaveAdlun yang menuntut pembebasan Adlun Fikri, mahasiswa Ternate, yang ditangkap usai mengunggah dugaan suap polisi.

Berbicara tentang polisi, aksi aktivis Yogyakarta Elanto Wijoyono menghadang motor gede juga melahirkan tagar #SavePointG di Twitter. Tagar ini mengkritik tanggapan kepolisian terkait boleh tidaknya polisi mengawal rombongan motor besar. Tagar #SavePointG merujuk pada pasal multitafsir tentang pengawalan polisi untuk ‘kepentingan tertentu’.

07

Tenjo oge Lurr.. (JELANG PILKADA, TWITTER NGALUNCURKEUN TAGAR JEUNG EMOJI RESMI | #Pilkada2015)

(Bobotoh.id/BBS/bbcindonesia)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.