APA JADINYA JIKA PROSESOR LISTRIK DIGANTI KU CAHAYA ? | CIIK KUMAHA LURR..

Sebuah penelitian dalam bidang menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Mereka memanfaatkan untuk komunikasi dan transfer informasi pada prosesor. Hal itu dilakukan peneliti dari University of Colorado Boulder, University of California Berkley dan . Mereka mengembangkan chipset untuk menyebarkan data menggunakan . Selama ini hal itu dilakukan dengan memanfaatkan . Sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Sabtu (26/2/2015), ada 850 komponen input dan output terbenam pada chip tersebut.

Lalu, apa pengaruhnya kalau yang digunakan adalah cahaya? Peneliti mengklaim prosesor berkekuatan cahaya bisa 10 hingga 50 kali lebih cepat menghantarkan sinyal ketimbang prosesor konvensional. Lebih spesifik, kecepatannya mencapai 300 per milimeter persegi. Listrik selama ini jadi salah satu batasan untuk meningkatkan  kecepatan dan kapasitas transfer data prosesor. “Prosesor cahaya memungkinkan kami merancang sistem elektronik-fotonik kompleks untuk komunikasi yang lebih mumpuni pada sistem komputasi,” kata perwakilan peneliti. Tenjo oge Lurr.. (JEPANG BAKAL BOGA KOMPUTER PALING NGAB’BREET SA ALAM DUNYA | BEUUH..)

Selain soal kecepatan dan performa, penggunaan cahaya juga diklaim bisa menghemat listrik. Sebanyak 30 persen listrik yang dikonsumsi data center konon digunakan untuk transfer data, informasi dan komunikasi antara prosesor, memory dan kartu jaringan. Sepintas, tak ada perbedaan antara prosesor cahaya dengan prosesor elektrik dari sisi bentuk. Ada dua inti berukuran 3mm x 6mm terintegrasi pada sebuah sirkuit. Belum jelas kapan prosesor ini bisa digunakan vendor secara massal. Sekarang sudah ada dua startup yang muncul dari inovasi tersebut. Salah satunya “Ayar Labs” di bawah naungan MIT. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2319111″]”

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.