BRAT STYLE: MODIFIKASI TI NEGERI SAKURA (BAG.2 – HABIS) | NGERII LURR..

Bagian bawah dari gerai yang dibangun sejak 1998 ini merupakan ruang pajang hasil karya. Di salah satu sudut berdiri kokoh enam unit motor custom yang menggunakan mesin dari beragam merk dengan ciri khas . Semisal rear end lengkap dengan sistem suspensi, jok tipis, minus chrome, penggunaan stang mini-apes sampai stang tinggi ala motocross. Yang terakhir biasanya diadopsi oleh motor-motor yang mereka juluki sebagai “Brat Tracker”.

10

Masih di lantai yang diramaikan oleh deretan sofa kulit guna kenyamanan pengunjung, kita juga bisa membeli beberapa aksesoris dan spare part motor, pernak-pernik, tote bag hingga t-shirt yang mereka produksi sendiri. Serunya, sebagian besar dari koleksi apparel Brat Style dibuat dalam jumlah terbatas. Paling banyak 50 buah. Jadi lebih terkesan eksklusif dan membanggakan penggunanya. Sementara bagian samping bangunan dua setengah lantai ini berfungsi sebagai ruang untuk serah terima sekaligus pengerjaan finishing motor-motor milik customer.

5

Pasalnya, workshop untuk proses pengerjaan yang lebih berat berada di lantai atas. Tak heran jika di sini juga ditemukan beberapa alat berat seperti pipe bender, tube bender, metal bender, milling machine, lathe machine, sampai beragam perkakas. Yang tidak kalah unik, di lantai ini kita tidak menemukan stall-stall canggih layaknya sebuah bengkel motor. Yang ada hanyalah portable stall untuk mempermudah sang mekanik. Cukup sederhana memang. Namun berkat dedikasi, membuat motor yang dikaryakan tidak kalah dengan hasil modifikasi bengkel-bengkel besar di Jepang.

4

Maka tak heran jika Brat Style kini telah melebarkan sayapnya dan membuka gerai anyar di California, Amerika Serikat. Tidak hanya itu. Nama besar  dan pengaruh Go Takamine tidak hanya di industri custom Jepang, namun juga skena modifikasi motor dunia juga telah membawa pria pendiam ini dititahkan untuk meracik motor-motor baru dari banyak pabrikan besar seperti Yamaha dan BMW.

3

Tenjo oge Lurr.. (BRAT STYLE: MODIFIKASI TI NEGERI SAKURA (BAG.1) | NGERII LURR..)

Mengutip tulisan pelaku custom yang juga founder SSMC, Rizky Mandra di TheGaspolCom, “Nama seringkali dijadikan label yang mengkotak-kotakkan populasi ke dalam golongan tertentu yang akhirnya menjadi pemecah belah skena roda dua Indonesia. Sebuah fakta lucu adalah pemberian label yang salah terhadap sebuah golongan.” Jadi jangan salah lagi ya guys.. Adanya ranah custom diharapkan hanya untuk memperkaya dan mengguyubkan scene kesayangan ini. Bukan malah jalan sendiri-sendiri. (Bobotoh.id/BBS/thegaspol.com)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2319504″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.