ENAM PRIA ASING YANG KUNGSI MENDIUKAN KURSI PANAS PELATIH PERSIB !!

.id – Sejak memasuki era sepak bola profesional pada 1994/1995 (peleburan kompetisi perserikatan dan galatama), terkenal sebagai satu-satunya tim yang tidak memakai jasa pelatih atapun pemain asing.

Pada Liga Indonesia pertama tahun 1994/1995, Persib merajai sepak bola nasional dengan menyabet gelar juara Piala Presiden berisikan amunisi pemain dan pelatih lokal yang merupakan pemain hasil binaan.

Tahun berganti, kegagalan seolah menjadi “sahabat’ di liga-liga berikutnya, tepatnya sejak Liga Indonesia II hingga VIII. Reformasi pun dilakukan, Persib akhirnya mengikuti jejak tim peserta lainnya dengan memboyong pelatih asing pertamanya dan pemain asing di kacah sepak bola profesional tanah air.

Setelahnya, Persib seolah ketagihan, beberapa pelatih asing silih berganti menduduki kursi panas Maung bandung demi gelar juara yang lama tak kembali ke kota Bandung. Inilah 6 pelatih asing yang pernah menjabat sebagai .

Ieu Rame Lur : Tiga Momen di Persib Nu Menyieun Ingsreuk-ingsreukan !

Pelatih asing yang pernah menduduki kursi panas itu !!

1. Marek Andrejz Sledziannowki.

(Foto By : Buku Persib Aing/Adi Sosetya)
(Foto By : Buku Persib Aing/Adi Sosetya)

Pelatih ini mempunyai nama depan yang sama dengan pelatih yang pernah mendidik Adjat Sudrajat di masanya yaitu Marek Janota. Namun, kesuksesan Marek Janota dalam mendidik pemain-pemain muda Persib kala itu gagal diikuti oleh Marek Andrejz Sledziannowki.

Marek adalah pelatih asing pertama yang menyutradari tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat di sepak bola profesional tanah air. Marek masuk ke dalam skuat Persib pada tahun 2003. Kehadiran pelatih asal Polandia di tubuh Persib ini dibarengi dengan diboyongnya 4 pemain asing yang juga berasal dari Polandia, yaitu Piotr Orlinski, Mciej Dolega, Pawel Bocian,dan Marius Mucharski. Kehadiran tenaga asing ini sudah tentu menjadi barang baru bagi sepak bola Bandung. Geliatnya kembali panas dan tentunya sangat bergairah.

Bobotoh pun saat itu menyambut baik reformasi di tubuh Maung Bandung. Bahkan menurut mereka, seharunya Persib sudah lama menggunakan jasa pemain atau pelatih asing. Bisa dikatakan, Persib telat meniru lawan-lawannya yang memang sudah lebih dahulu menyewa tenaga-tenaga dari luar negeri.

Singkatnya, berniat ingin meraih prestasi, namun buntung yang didapat. Bersama Marek Andrejz, Persib gagal total. Gabugan pemain asing dan pemain-pemain muda sama sekali tak bersinar. Persib diambang jurang kehancuran. Hanya beberapa jengkal saja dari jurang degradasi. Marek Andrejz turun dari kursi panas pelatih Persib kala itu.

2. Juan Antonio Paez

paez
(Foto By : Buku Persib Aing/Adi Sosetya)

Persib seolah ketagihan dengan jasa pelatih asing. Guna menyelamatkan Maung Bandung dari jurang degradasi, manajemen kembali mendatangkan pelatih asing asal Chile. Juan Antonio Paez ditantang untuk meracik tim di babak playoff yang digelar di Solo. Jika salah langkah, Persib turun kasta.

Beruntung, Paez datang bak pahlawan. Persib terhindar dari jurang degradasi dan tetap berlaga di divisi utama. Kesuksesan Paez tentunya disambut baik oleh manajemen dengan memperpnajng kontraknya di Persib. Reformasi kembali dilakukan, pemain-pemain asing kembali berdatangan, mengisi ruang kosong yang ada di tubuh Maung Bandung.

Bersama Paez, beberapa pemain asing yang diboyong manajemen yaitu Alejandro Tobar, Cloudio Lizama, Osvaldo Moreno, Julip Lopez dan Adrian Colombo. Melalui racikannya, Paez berhasil membawa Persib menduduki peringkat 6 klsemen akhir Liga Indonesia yang saat itu menggunakan sistem kompetisi penuh.

Usai membawa Maung Bandung menduduki papan atas klasemen tahun 2004, Paez akhirnya hengkang. Ia tidak mau memperpanjang kontraknya dengan Persib. Disinyalir, mundurnya Paez dari Persib karena adanya intervensi dari orang-orang di dalam tubuh Persib itu sendiri.

3. Arcan Iurie

(Foto By : Bola.net)
(Foto By : Bola.net)

Berakhirnya era Paez, Persib sempat dilatih pelatih lokal. Jabatan itu sempat dipegang Indra Tohir dan Risnandar. Namun, Risnandar harus turun ditengah jalan akibat permintaan bobotoh dengan menggelar demo. Posisi itu kemudian digantikan oleh Djajang Nurdjaman dan Dedi Sutendi (caretaker) sebelum akhirnya, Arcan Iurie mengambil alih nakhoda kapal Persib Bandung.

Terpilihnya Iurie tak lepas dari pretasinya bersama Persija Jakarta kala itu. Iurie berhasil membawa tim berjuluk Macan Kemayoran menjadi runner up Liga Indonesia X/2004. Iurie behasil menyingkirkan para pesaingnya yang juga sempat dilirik manajemen Persib untuk melatih seperti Henk Wullems, Juan Paez dan Ivan Kolev.

Menukangi Maung Bandung, tuah Iurie saat membesut Persija tak menular ke tim barunya tersebut. Persib gagal dibawah komandonya. Pangeran Biru tak bertaji dan jurang degradasi kembali menganga. Namun, entah harus mengucapkan Alhamdulillah atau Innalillahi, Persib “diselamatkan” oleh gempa di Yogyakarta 2006 silam. PSSI menghapus sistem degradasi kala itu dan Iurie akhirnya kembali terpilih mengarsiteki tim kebanggaan bobotoh ini hingg akhirnya terhenti di musim kompetisi 2007/2008.

4. Daniel Darko Jankovic

(Foto By : HL/Bobotoh.id)
(Foto By : HL/Bobotoh.id)

2010-2011 menjadi musim paling “aneh” bagi Persib Bandung. Bagaimana tidak, belum juga kompetisi digelar, pelatih anyar Maung Bandung kelahiran Serbia, Daniel Darko Jankovic didepak akibat berseteru dengan Markus Harrison dalam gelaran Training Center.

Terpilihnya Darko memimpin pasukan Maung Bandung sekaligus mempuskan saingan-saingannya untuk mencoba menduduki kursi panas pelatih. Nama Rene Albert dan Rahmad Darmawan berhasil disingkirkan pelatih asal Perancis ini. Darko didampingi Robby Darwis untuk meracik strategi bagi Christian Gonzales kala itu.

Darko sebenarnya sempat ‘berteriak’ dari bench pemain saat Persib kalah telak 0-6 dari Sriwijaya FC di ajang Inter Island Cup. Setelah pertandingan tersebut, situasi di Persib menajdi tidak kondusif. Darko pun akhirnya mencopot jabatannya sebelum akhirnya Robby Darwis dan Jovo Cuckovic muncul sebagai caretaker.

5. Jovo Cuckovic

BANDUNG, 7/10. Sejumlah pemain Persib sEdang mendapatkan pengarahan pelatih Jovo Cuckovic saat latihan di stadion Siliwangi, Bandung. FOTO SI/IRFAN AL-FARITSI
(Foto By : Koran Sindo)

Sebelumnya Jovo diplot menjadi penasehat teknik Maung Bandung. Terpilihnya Jovo untuk menggantikan Darko akibat mempetnya pembukaan liga kala itu. Jovo hanya memimpin empat laga Persib sebelum akhirnya kursi pelatih jatuh ke tangan Daniel Rukito.

6. Drago Mamic

mamic_adam
(Foto By : Adam Husein/Bobotoh.id)

Pria asal Kroasia ini merupakan pelatih yang banyak memakan asam garam. Ia sempat melatih timnas Myanmar dan mempunyai banyak pretasi diberbagai liga sepeti Malaysia dan Kroasia. Mamic juga adalah pelatih dengan lisensi UEFA. Namun hal itu tidak menjamin keberhasilan pelatih dalam meracik sebuah tim. Mamic tak bisa berbuat banyak dan gagal membawa Persib berpretasi sebelum akhirnya posisinya digantikan Robby Darwis (caretaker). Mamic memilih muncur saat kompetisi belum usai di musim 2010/2011. (bobotoh.id/HL/berbagai sumber)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.