FILM TERBAIK 2015 PERSI KRITIKUS OWEN GLEIBERMAN (Bag.2, Habis)

5. Trainwreck

05

Judul –dan kampanye iklan– membuatnya seperti sebuah cerita dari seorang gadis pemabuk yang terkutuk, tetapi Amy Schumer seorang pahlawan penulis majalah adalah seorang yang ahli membersihkan. Dia menyukai seks, bertindak secara tidak bertanggung jawab dan mengatakan kata-kata kotor apapun yang melintas di kepalanya.

Dia melakukan apa yang diajarkan budaya kita padanya, dan Judd Apatow ini bercerita tentang perjalanan gadis menarik yang tersesat ini menuju kedewasaan. Ini merupakan igauan komedi yang lucu dan romantis, bahwa Julia, Sandra dan Meg tidak pernah dapat membuatnya, tetapi Schumer, menulis sendiri naskah gilanya, mengalahkan semua putri-putri pada umumnya.

Sementara Amy, dia selalu lucu tetapi tidak pernah kurang dari kenyataan. Dan Bill Hader lanjut memperlihatkan bahwa dia merupakan orang pada umumnya yang memancarkan kegilaan dan martabat dalam ukuran yang sama.

4. Going Clear: Scientology and the Prison of Belief

04

Sutradara Alex Gibney berambisi membuat film dokumenter sesering beberapa orang membuat episode sitkom. Karyanya terkadang dianggap sebagai hasil, tetapi dia dapat mengalahkan dirinya dari keadaan yang tidak menyenangkan ini dan secara meyakinkan terkejut ke dalam misteri Scientology.

Film ini menciptakan ketegangan dari sebuah thriller, memasuki kedalaman tersembunyi suatu aliran psikologi, menjelaskan –dengan detil close-up yang mengejutkan- tentang bagaimana Tom Cruise dan John Travolta menjadi begitu terperangkap di dalam dan bagaimana begitu banyak orang biasa yang menyerahkan hidup dan identitas mereka kepada agama yang pertama diperkenalkan oleh L Ron Hubbard dalam sci-fi yang lunak.

Penampilan pertama film oleh David Miscavige, pemimpin yang mengubah Scientology menjadi mesin uang global, saingan pintu masuk Darth Vader di Star Wars.

3. Love & Mercy

03

Bagaimana Anda membuat sebuah film biografi tentang anggota Beach Boys, Brian Wilson, seorang musisi pop jenius dengan kepribadian yang begitu rapuh sehingga dia sering mendapat masalah menyatukan kalimat? Drama bergerak karya Bill Pohlad yang brilian menyelam ke dalam ketidakstabilan Wilson, menggambarkannya sebagai bungkus keranjang bergambar malaikat yang mendengar suara-suara dengan cara yang sama dia mendengar melodi: sebagai sebuah pesan dari kejauhan.

Paul Dano, dalam penampilan terbaik sebagai seorang aktor tahun ini, menangkap semua kedutan dan nuansa dari cahaya Brian muda yang gagap. Dan sebagai Wilson di usia tua, terikat pada seorang terapis yang eksploitatif (Paul Giamatti), John Cusack –meskipun dia tidak terlalu mirip Beach Boy sebelumnya– memberikan penampilan yang sangat emosional sejak Say Anything.

2. Mad Max: Fury Road

02

Setelah tiga dekade, sutradara George Miller menaikkan kontribusi pada The Road Warrior dengan cara yang sama The Road Warrior menaikkan kontribusi terhadap Mad Max yang asli, dan hasilnya mempesona.

Tidak ada adegan aksi yang secepat dan semarah ini; melihatnya seperti memainkan videogame tentang olahraga mimpi buruk yang mematikan. Keindahan gelam dari film ini adalah dalam setiap tembakan silet, setiap sayatan dari duel besi tua yang karatan, selalu ada sesuatu yang dipertaruhkan.

Tom Hardy menjadikan Max yang hancur merasa putus asa untuk menemukan kembali siapa dirinya, dan Charlize Theron adalah buzzcut avatar dari matriarki baru. Dia adalah jiwa dari Fury Road, dan cukup berani untuk membakarmu.

Tenjo oge Lurr.. (10 PILEM BOK OPIS INDONESIA TAUN 2015 LURR.. BAGIAN 1)

1. Carol

01

Disetting dalam versi suasana indigo di awal 1950-an, kesedihan agung Todd Haynes tampak terlalu jelas sebagai sepupu dari Far From Heaven pada awalnya. Namun Haynes belum pernah menggambarkan gairah yang elegan secara langsung. Dia menjadikan novel tahun 1952 karya Patricia Highsmith menjadi sebuah perjalanan romantis yang memikat diwarnai dengan patah hati.

Sebagai Carol, yang tampaknya seorang femme fatale sampai kita mengetahui bahwa dia seorang ibu sejati yang hampir kehilangan semuanya, Cate Blanchett mengerahkan kekuatan penampilannya: angkuh, lembut, pemarah dan penuh kesengsaraan.

Dan Rooney Mara mengubah kepolosannya menjadi seseorang yang menemukan apa arti cinta. Tanpa mengatakannya keras-keras, Carol merupakan sebuah permohonan yang dalam tentang toleransi, sebuah film yang menempatkan arti pembebasan dalam trance dari sebuah tatapan Old Hollywood. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2319094″]”

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.