LIVE REVIEW: ROCK IN SOLO 2015, KAMARI LURR.. (Bag 3)

Semakin sore, terik matahari mulai meredup dan venue semakin padat. Kapasitas venue yang tidak seluas Benteng Vastenburg membuat area di dalam sangat padat sehingga udara terasa panas. Panasnya venue memuncak ketika band rock oktan tinggi, Seringai mengambil alih panggung. Area moshpit semakin liar dan brutal, terutama ketika nomor-nomor pemancing adrenalin seperti “Skeptikal”, “Amplifier”, dan lagu yang jarang dibawakan sebelumnya, “Infiltrasi” membombardir penonton. Berbagai intruksi sang vokalis, Arian melalui lagu “Program Party Seringai” diamini oleh penonton. Mereka bertubrukan badan, tertimpa kawan yang crowd surfing, terkena hantaman siku, berlari berkeliling moshpit, dan membelah dua bagian penonton. Tampak para personel Seringai menikmati pemandangan tersebut. Gila sekali suasana moshpit saat itu, seketika tubuh terasa lelah dan dahaga menyeruak setelah Seringai menutup set-nya dengan rentetan lagu “Kilometer Terakhir”, “Dilarang Di Bandung”, dan “Ace of Spades” dari Motörhead.

01

Memang seperti menjadi kerinduan tersendiri bagi metalheads Solo untuk menyaksikan Seringai dan Burgerkill. Cukup lama mereka menanti kembalinya dua band ini ke kota Solo. Dan penonton pun menyambut dengan baik sosok-sosok yang dirindukan tersebut dengan cara yang benar dan memorable. Para kru Burgerkill mulai naik ke atas panggung menyiapkan segala sesuatunya. Memanfaatkan waktu senggang ini, saya menyempatkan diri mengisi perut dan melepas dahaga di area foodcourt sembari menyaksikan jumlah penonton yang terus bertambah.

Tenjo oge Lurr.. (: KAMARI LURR.. – Bag 1)

Memasuki jam setengah lima sore, lagu “Atur Aku” dari Burgerkill membuka kembali moshpit yang tertunda. Karena kondisi tubuh masih belum pulih akibat “berpesta” sebelumnya dengan Seringai, akhirnya saya memutuskan menyaksikan Burgerkill dari baris tengah saja. Vicky Mono hari ini komunikatif sekali, banyak membicarakan hal ini dan itu kepada penonton. Raut wajah Agung sempat terlihat kesal ketika gitarnya tiba-tiba mati di tengah lagu baru yang sedang dibawakan, “Undefeated”. Sesuai prediksi ketika pertama kali mendengarkan lagu ini, gerakan-gerakan penonton di area moshpit  semakin liar. Lagu yang kental nuansa thrash dan hardcore ini seperti menyuntik semangat penonton. Burgerkill tampil tanpa ampun, prima seperti biasanya dan hanya masalah teknis yang mengganggu. (Bobotoh.id/BBS/rollingstoneindonesia)

Contreng oge Pulingna Lurr..

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2317992″]”]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.