MEUNANG TEU SIH RESTORAN MUNGUT “SERVICE CHARGE” KA KONSUMEN?

Di beberapa tempat makan atau , ada manajemen yang menerapkan atau pungutan untuk pelayanan terhadap konsumennya. Setelah memungut service charge, konsumen juga dibebankan ( Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen dari total transaksi di restoran tersebut. Apakah hal ini memang diperbolehkan? Jika diperbolehkan, apakah service charge juga dikategorikan ke dalam penerimaan pajak daerah?

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Agus Bambang Setyowidodo menjelaskan, service charge adalah kebijakan pihak restoran dan bukanlah suatu keharusan. Maka dari itu, masyarakat bisa menemukan ada restoran yang memiliki service charge dan ada juga yang hanya membebankan PPN. “Itu tidak termasuk pajak. Biasanya, restoran bikin service chargebuat kesejahteraan karyawannya semata,” kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (29/12/2015).

Pada umumnya, service charge ditetapkan lebih rendah dibanding PPN, yakni rata-rata 5 persen. Hal yang sama berlaku pada service charge yang diterapkan dalam bisnis perhotelan. PPN hotel lebih tinggi dari restoran, yaitu di atas 10 persen. Seperti juga restoran, service charge biasanya tidak melebihi nilai dari PPN yang ditentukan. (Bobotoh.id/BBS/kompas). 

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2319794″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.