MUSIK 2015

25) Baken Nainggolan Dipecat dari Siksakubur

 

Band death metal veteran asal Jakarta, Siksakubur, mengabarkan lewat akun Facebook resminya pada akhir Juli lalu bahwa salah satu gitaris mereka, Baken Nainggolan, sudah tidak tergabung lagi dengan Siksakubur alias dipecat. Andre Tiranda selaku pentolan Siksakubur mengungkapkan kepada Rolling Stone alasan dibalik pemecatan Baken dari Siksakubur terkait masalah ketidakdisiplinan. Sementara itu Baken mengungkapkan kepada Rolling Stonebahwa dirinya sudah lama merencanakan mundur dari band tersebut karena ada perbedaan prinsip di dalamnya. Hanya berselang satu pekan setelah dirinya diberhentikan dari Siksakubur, Baken memastikan bergabung di unit death metal asal Jakarta lainnya,  Hellcrust.

 

26) Bimbim ‘Slank’ Membentuk Band Baru, The Sidhartas

 

Drummer dari grup rock legendaris Slank, Bimo Setiawan Alamchzumi atau kerap disapa Bimbim, pada akhir Juli lalu membentuk sebuah band baru yang ia beri nama The Sidhartas. Sesuai dengan namanya, The Sidhartas adalah proyek keluarga Bimbim bersama adiknya yaitu Masto ‘PopOut’ (drum) serta dua keponakannya, Awa SanDiogo (gitar) dan Firas Rachun (bass) yang merupakan cucu dari Sidharta Manghoeroedin, ayahanda dari Bimbim dan Masto. The Sidhartas yang mengusung rock alternatif menempatkan Bimbim sebagai vokalis juga gitaris.

 

27) Naif Rilis Ulang Tiga Album Pertama dalam Format Vinil

 

29 Juli menjadi hari bersejarah bagi Naif. Pemain bas mereka, Emil Hussein, mengaku ini adalah kali pertama dalam sejarah, orang-orang mengantri untuk membeli karya Naif. Bukan tanpa alasan, karena orang-orang tersebut memburu tiga album pertama Naif dalam format vinil yaitu Naif (1998), Jangan Terlalu Naif (2000), dan Titik Cerah (2002). 365 Eco Bar, Kemang, Jakarta Selatan, sebagai lokasi perilisannya dipadati dengan antrean mengular hingga trotoar jalan Kemang. Habisnya paket penjualan tiga album dengan potongan harga, membuat para pihak oportunis menjual kembali ketiga plat Naif di keesokan harinya dengan harga melambung.

 

28) Karut Marut Konser BIGBANG di Tangerang

1

 

Konser boyband K-Pop, BIGBANG, pada awal Agustus lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, menuai banyak protes atas buruknya kinerja sang promotor yaitu Melania Citra prima atau disebut Mecimapro. Konser BIGBANG ketika itu dianggap tidak memenuhi standar internasional. Sistem tiket yang tidak jelas, tata lampu dan suara yang tidak maksimal, hingga satu perisitiwa yang membuat penonton harus basah kuyup karena diguyur hujan. Sebelum Mecimapro akhirnya memberi klarifikasi, sebanyak 3800 penggemar BIGBANG – terhitung sampai 5 Agustus – yang kecewa sempat menandatangani petisi di change.org demi kejelasan atas karut marut konser idola mereka.

Tenjo oge Lurr.. (MUSIK 2015 Bag.1)

Tenjo oge Lurr..  (MUSIK 2015 Bag.6)

(.id/BBS/rollingstone)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320216″]


[socialpoll id=”2317542″]

 

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.