MUSIK 2015

46) Perilisan Ulang Album Legendaris, ‘Djanger Bali’

 

Dirilis pada 1967, Djanger Bali seringkali disebut sebagai album jazz Indonesia pertama yang diluncurkan di luar negeri. Walau lebih tepat untuk bilang bahwa ini merupakan album jazz yang melibatkan musisi-musisi hebat asal Indonesia; tergabung dalam grup Indonesian All Stars. Djanger Bali  adalah hasil kolaborasi peniup klarinet bergaya jazz bebop Tony Scott asal Amerika Serikat dengan para maestro jazz Indonesia ’60-an yang terdiri dari Jack Lesmana, Bubi Chen, Benny Mustafa van Diest, Maryono, dan Jopie Chen. Album ini direkam pada 27 dan 28 Oktober 1967 di Saba Tonstudio, Villingen, Black Forrest, Jerman. Kabar gembira hadir ketika label rekaman demajors Independent Music Industry berkeputusan merilis ulang album legendaris nan langka ini dalam format cakram padat. Keputusan tersebut dapat dikategorikan sebagai hal terpuji karena sebelumnya Djanger Bali—kini berusia 48 tahuntidak pernah terdistribusi secara resmi di Indonesia. Pendengar dan penggemar baru sudah pasti digenggam.

 

47) Pemain Drum The Brandals, Rully Annash, Tutup Usia

 

Kabar duka yang mengejutkan datang pada 27 November dini hari lalu: Rully Annash, drummer The Brandals dan Petaka, meninggal dunia karena serangan jantung. Ia berusia 38 tahun. Eka Annash selaku vokalis The Brandals yang juga merupakan kakak kandung Rully adalah orang pertama yang mengumumkan kepergiannya. Rully dikabarkan wafat ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebelumnya, ia sempat mengeluh sesak napas kepada rekannya. Bersama The Brandals, Rully mengisi drum untuk seluruh album studio mereka, yaituThe Brandals (2003), Audio Imperialist (2005), Brandalisme (2007), danDGNR8 (2011). Band terbaru Rully yang bergaya hardcore, Petaka, dikabarkan telah menyelesaikan proses rekaman untuk album perdana mereka. Album tersebut sekaligus akan menjadi warisan terakhir Rully di dunia musik.

 

48) Joey Alexander, 12 Tahun, Meraih Dua Nominasi Grammy Awards

 

Apa pun yang Anda lakukan saat berusia 12 tahun dan begitu Anda bangga-banggakan, kemungkinan besar tak akan mampu melampaui pencapaian Joey Alexander pada usia yang sama. Pianis jazz asal Indonesia tersebut menerima dua nominasi Grammy Awards ke-58, masing-masing Best Jazz Instrumental Album untuk album My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo berkat lagu “Giant Steps”. Pada kategori Best Jazz Instrumental Album, Joey bersaing dengan musisi-musisi jazz tingkat dunia lainnya seperti John Scofield, Terence Blanchard Featuring the E-Collective, Robert Glasper & the Robert Glasper Trio, dan Jimmy Greene. Sementara untuk Best Improvised Jazz Solo, Joey kembali bersaing dengan John Scofield namun ditambah Christian McBride, Donny McCaslin, serta Joshua Redman. Dalam sebuah wawancara dengan Amara Walker dari CNN, Joey mengungkapkan rasa syukurnya: “Saya berterima kasih kepada Tuhan, serta khususnya berterima kasih kepada Grammy yang mengakui keberadaan saya, dan juga kepada para penggemar yang mendukung saya, dan tentu saja kedua orang tua saya.” Malam penganugerahan Grammy Awards ke-58 sendiri akan digelar pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles, AS.

 

49) Djakarta Warehouse Project Semakin Fenomenal

Festival musik elektronik yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara, Djakarta Warehouse Project, terselenggara untuk kali ketujuh pada 11 dan 12 Desember lalu di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Sesuai janji pihak Ismaya Live selaku promotor, gelaran kali ini menjadi yang paling besar dalam sejarah festival. Bukti paling nyata bisa dilihat dari daftar pengisi acara yang seolah mewakili popularitas electronic dance music (EDM) di seluruh dunia; ada duet maut Skrillex dan Diplo yang tergabung dalam Jack Ü, Armin van Buuren, Axwell & Ingrosso, Tiësto, Kaskade, Dillon Francis, Porter Robinson, DJ Snake, sampai Major Lazer. Bahkan label rekaman milik Diplo yang bernama Mad Decent mempunyai panggung sendiri.

 

50) A&R Senior Aquarius Musikindo, Suwardi Widjaja, Meninggal Dunia

2

Direktur A&R Aquarius Musikindo, Suwardi Widjaja, mengembuskan napas terakhirnya pada 15 Desember malam lalu dalam usia 55 tahun. Pria yang akrab disapa Pak Iin ini dikabarkan terjun ke industri musik Indonesia sejak 1981. Beberapa warisan terbesarnya adalah ikut melejitkan sederet artis solo ke pentas musik nasional, antara lain Melly Goeslaw, Ari Lasso, Ruth Sahanaya, Tere, Reza, Bunga Citra Lestari dan tentunya Agnes Monica. Sementara band-band yang sempat dibesarkan pula namanya di antaranya adalah Dewa19, Pas Band, J-Rocks.  Salah satu strategi yang diterapkan Pak Iin dalam mengorbitkan artis adalah tidak pernah mengikuti tren musik yang berkembang saat itu. “Misalnya jika lagu anak-anak, reggae, atau rock meledak, pastilah kami masuk lewat jalur yang lain,” ujar Pak Iin seperti dikutip dari majalah SWA.  Kepergian Pak Iin yang mendadak ini langsung direspons dengan duka mendalam dari para pelaku industri musik tanah air, dari orang-orang penting label rekaman hingga sejumlah musisi besar.

Tenjo oge Lurr.. (MUSIK 2015 Bag.1)

Tenjo oge Lurr..  (MUSIK 2015 Bag.11)

(.id/BBS/rollingstone)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320216″]

 

 

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.