PEMERINTAH DIMINTA FOKUS BERSIHKAN MERCURI DAMPAK PENAMBANGAN EMASDI GUNUNG BOTAK

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku diminta fokus pada pembersihan merkuri dengan mengeruk sejumlah sungai yang sudah tercemar merkuri dan sianida di sekitar kawasan bekas liar , Kabupaten Buru, Maluku. Itu dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran zat berbahaya itu ke areal persawahan hingga ke laut.

Hingga Rabu (30/12), pengerukan masih difokuskan di areal sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Anahoni yang berada di kaki Gunung Botak. Warga setempat pun curiga, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku beserta PT Buana Pratama Sejahtera selaku kontraktor tengah memburu material itu yang diduga memiliki kandungan tinggi. Material itu terbawa air dari Gunung Botak, tempat penambangan.

Sementara sub-DAS lain seperti Wamsait belum dikeruk. Padahal lokasi itu terdapat ribuan tempat pengolahan emas, baik berupa tromol maupun rendaman. Material tambang yang diambil dari Gunung Botak diolah menggunakan merkuri dan sianida untuk menghasilkan emas. Limbah pengolahan dibuang ke Wamsait dan sejumlah sub-DAS lainnya.

Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura, Ambon, Yusthinus T Male, meminta agar fokus pengerukan segera dialihkan ke Wamsait. Di lokasi itu, lanjutnya, mereka menemukan konsentrasi merkuri yang jauh melebihi ambang batas. Merkuri bahkan sudah masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui udara maupun metabolisme pada rantai makanan.

Kadar merkuri yang ditemukan pada petambang mencapai 18 miligram per 1 kilogram sampel atau 36 kali dari standar. Pada penduduk yang bukan pekerja tambang, temuan merkuri sebesar tiga kali dari standar. Tenjo oge Lurr.. (GUGAT PERUSAHAAN SOAL KEBAKARAN HUTAN, PEMERINTAH ELEH DI PENGADILAN | BEUUHH..!)

Selain di sub-DAS, pengerukan juga dilakukan di Teluk Kayeli, muara sungai yang sudah tercemar merkuri. Hasil penelitian mereka juga menemukan bahwa merkuri sudah masuk ke dalam tubuh ikan, kepiting, udang, dan kerang yang diambil dari Teluk Kayeli. “Pemerintah jangan fokus cari emas. Selamatkan ,” katanya. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320044″]

 


[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.