PENELITIAN: INTERNET NYIEUN OTAK JELEMA JADI MALES! (Bag.2 – Habis)

Kepercayaan manusia secara berlebih terhadap ini juga malah menimbulkan suatu ‘penyakit baru’ yang disebut amnesia digital. Kita malas mengingat sesuatu karena kita merasa segala sesuatu sudah tersimpan dalam perangkat elektronik kita. Mengutip dari BBC, lebih dari sepertiga responden ternyata mengaku pertama kali akan mengakses komputer untuk mengingat kembali suatu informasi.
“Otak kita kelihatannya memperkuat memori setiap kali kita mengingat kembali sesuatu, dan pada saat yang sama melupakan memori yang tidak memiliki hubungan dan mengganggu kita. Sebaliknya, mengulang informasi secara pasif, seperti melihat berulang kali melalui Internet tidak akan membuat jejak memori yang kuat dan abadi,” ungkap Maria Wimber dari University of Birmingham.

Manusia begitu mempercayai Internet.

“Kita telah menjadi bagian dari Internet. Kita menjadi bagian dari sistem dan akhirnya mempercayai sistem tersebut,” jelas Daniel Wegner, psiokologis yang mengemukakan hipotesis terkait memori transaktif pada tahun 1985. Bahkan, manusia seringkali melupakan isi dari apa yang telah disimpannya dalam perangkat elektronik dan cenderung hanya mengingat lokasi di mana mereka menyimpan sesuatu.  University of Winconsin melakukan sebuah pada 2011 yang meminta partisipan mengetik 40 fakta secara acak pada dokumen, dimana pada akhir tes diberitahu bahwa dokumen tersebut akan dihapus. Hasil menungkapkan bahwa partisipan malah cenderung mengingat lokasi folder komputer di mana mereka menyimpan dokumen tersebut, dibandingkan mengingkat fakta-fakta yang telah diketik. Walaupun demikian, setidaknya cara ini sempat terbukti membuat otak partisipan ‘terpaksa’ bekerja sedikit lebih keras untuk mengingat apa yang telah diketik. Tenjo oge Lurr.. (PENELITIAN: INTERNET NYIEUN OTAK JELEMA JADI MALES! (Bag.1))

2

Internet bak ‘lautan’ infomasi juga diklaim telah menjadi suatu bagian dari memori sosial kolektif, sebagaimana diungkapkan Wegner dalam Harvard Magazine. Internet juga memiliki peran sebagai sumber memori transaktif, yaitu suatu metode di mana manusia ‘mengotakkan’ informasi. “Tidak ada yang tahu apa saja pengaruh dari perangkat ini terhadap pemikiran logis,” ungkap Wegner. Internet masih memiliki sederet dampak lainnya bagi otak manusia. Sampai saat ini, ilmuan pun masih terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap dampak tersebut.  Meskipun Internet dapat memberi berbagai informasi untuk menjawab segudang pertanyaan di dunia, namun sudah seharusnya kita mensyukuri dan mengoptimalkan kecerdasaan alamiah serta akal budi yang sudah dianugerahkan kepada kita sebagai manusia, yang adalah pencipta jaringan Internet itu sendiri. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

[socialpoll id=”2319459″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.