PILEM KONTROVERSIAL ‘SENYAP’ KINI BEBAS UNDUH DI INDONESIA | PILEM NAUN ETATEH?

Sejak diputar perdana pada 2014 lalu, film Senyap tak jarang pemutarannya mesti melewati aksi kejar-kejaran dan berhadapan dengan kecaman berbagai pihak untuk dapat menggelar pemutarannya di berbagai tempat di Indonesia.

selaku sutradara dan produser kini memutuskan bekerja sama dengan Final Cut for Real, VHX dan Drafthouse untuk menyediakan film Senyap secara gratis. Sejak pertengahan pekan lalu, film dokumenter dengan judul internasional The Look of Silence itu dapat diunduh gratis dari tautan sebagai berikut: http://thelookofsilence.vhx.tv/. Selain bebas unduh, film tersebut sebenarnya juga telah diunggah viaYouTube untuk dapat disaksikan langsung secara bebas.

Akun Twitter resmi Senyap pun membenarkan adanya aksi pemberangusan video tersebut di YouTube oleh pihak-pihak tertentu lewat percakapan mereka dengan sebuah akun yang menanyakannya. “@Kerjapembebasan Ya, sedang kami ajukan banding ke YouTube. Ini bukan yang pertama di channel kami sejak peluncuran Jagal di YouTube,” kicaunya. Tenjo oge Lurr.. (RAISA, MAEN PILEM LURR.. | PILEM NAUN TAH?)

Lewat dukungan Komnas HAM dan Dewan Kesenian Jakarta, aksi pemutaranSenyap yang gencar dilakukan dalam program Indonesia Menonton Senyap sebelumnya telah berjalan sejak akhir 2014 lalu. Setidaknya 1.700 DVD filmSenyap telah dibagikan untuk penyelenggara pemutaran di 118 kota dan kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia yang sukses menjaring lebih dari 70 ribu penonton.

Senyap mendokumentasikan upaya penelusuran seorang Adi Rukun atas nasib kakaknya yang menjadi korban peristiwa pembunuhan besar-besaran pada 1965. Ia pun mendatangi orang-orang yang diduga bertanggung jawab, dan melakukan percakapan-percakapan miris dalam proses penguakan tersebut.

Selain menjadi bahan perbincangan yang kontroversial baik dari dalam maupun luar negeri, Senyap telah meraih segudang penghargaan. Salah satunya, Senyapterdaftar dalam persaingan dengan 14 film dokumenter lain untuk terpilih sebagai nominasi film dokumenter terbaik Piala Oscar 2016. (Bobotoh.id/BBS/rollingstonesindonesia)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.