SEJARAH POÉ IEU: HATTRICK GIANLUCA VIALLI DI DERBY DELLA MOLE


Bobotoh.id – Gianluca mungkin bukan penyerang terbaik yang pernah dimiliki Italia. Namun dirinya menjadi besar dan legendaris, karena kerap tampil brilian di partai krusial. Satu hal yang kuantitasnya memuncak kala membela klub tersukses di Negeri Pizza, , dalam rentang 1992 hingga 1996.

Ieu rame lur: RACUN IKAN BATU BISA BANTU BASMI KANKER

Tengok saja bagaimana permainan heroiknya ketika mengantarkan Juve menjuarai Piala Super Italia 1991, Piala UEFA 1992/93, Piala Italia 1994/95, hingga Liga Champions 1995/96. Vialli selalu terlibat dalam semua gol kemenangan, mulai dari mencetak gol, mengukir assist, atau sekadar melepaskan umpan kunci.
Tak harus dilakukan di final kejuaraan karena tepat 20 tahun silam, penyerang berkepala plontos itu mampu membuktikan peran krusialnya di partai sarat gengsi Derby della Mole edisi ke-234, pada giornata 14 Serie A 1995/96. Kali ini lewat kehandalan sekaligus tugas utamanya dalam menjebol jala lawan.

Giornata 12 Serie A Italia 1995/96
Juventus 5-0 Torino
3 Desember 1995
Delle Alpi
Turin, Italia
Wasit:
Marcello Nicchi (Italia)
Gol : 1- Vialli 3′ 2-0 Viali 27′ 3-0 Viali 43′ 4-0 Ferrara 47′ 5-0 Ravanelli 67′
Juventus : Peruzzi; Carrera, Ferrara, Torriceli; Di Livio, Deschamps, Tacchinardi, Sousa (Jugovic 70;); Del Piero; Ravanelli (Pessotto 70′), Viali (Padovano 80′)
Pelatih: Marcello Lippi

Torino : Doardo; Angloma, Bacci, Dal Canto (Cravero 52′), Maltagliati, Milanese, Sogliano (Bernardini18′); Pele, Cristalini; Karic Dionigi 60′), Rizzitelli
Pelatih: Nedo Sonetti

Seperti biasa, Juve selalu diunggulkan ketika menghadapi saudaranya, Torino. Terlebih saat itu I Bianconeri merupakan juara bertahan Serie A juga berstatus sebagai tuan rumah, sehingga tiket stadion Delle Alpi lebih dialokasikan pada para Juventini.

Turun dengan formasi super menyerang, 4-3-3, pasukan arahan Marcello Lippi mengedepankan tridente lini depan, yang diperankan Alessandro Del Piero, Fabrizio Ravanelli, dan Vialli yang jadi ujung tombaknya. Sementara Torino memainkan skema ultra-defensif lewat formasi 6-2-2!

Jadilah Juve menguasai mutlak jalannya pertandingan bahkan sudah membuka keunggulan pada menit ketiga. Umpan lambung ciamik Angelo Di Livio dari sisi kiri pertahanan Torino, disambut manis Vialli lewat tandukannya. Juve unggul 1-0. Aksi La Vecchia Signora untuk terus membombardir pertahanan Torino tak berhenti. Memasuki menit ke-27 Vialli mencetak gol keduanya. Kali ini ia dengan cerdik memaksimalkan kemelut di kotak penalti Il Granata, yang dihasilkan oleh kombinasi Del Piero dan Alessio Tacchinardi.

Momen hat-trick Vialli pun tiba dua menit jelang pertandingan usai. Umpan Ravanelli dari sisi kiri penyerangan secara tak terduga disambut lulusan akademi Cremonese itu dengan tembakan kencang. Bola melesat mantap ke jala kiper Torino, Domenico Doardo, dan mengakhiri babak pertama sekaligus atraksi Vialli dengan keunggulan telak 3-0.

Juve akhirnya jadi penguasa sejati kota Turin, dengan kemudian merampungkan derby lewat kemenangan mutlak 5-0. Tembakan keras Ciro Ferrara dan eksekusi penalti Ravanelli, jadi penyempurna hat-trick Vialli. Marjin skor tersebut juga jadi kemenangan terbesar kedua La Fidanzata d’Italia atas Il Toro sepanjang sejarah.

Hat-trick Vialli sendiri jadi torehan kedua dalam kariernya saat itu, setelah sempat melakukannya sekali kala membela Sampdoria. Hingga gantung sepatu di Chelsea di akhir musim 1998/99, total dirinya mencatatkan empat hat-trick.

Setelah sempat menjajal petualangan sebagai pelatih pasca pensiun, kini Vialli disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pandit sepakbola di beberapa media besar Italia dan Inggris.


Bobotoh.id/RF/Goal.com

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.