SITUS BELANJA DARING KIAN SEUKEUT!

Situs-situs belanja secara elektronik () mulai bertaji. Situs-situs itu beriklan di televisi. Berdasarkan data yang dirilis Adstensity, aplikasi ads monitoring TV di Indonesia yang dikembangkan PT Sugi Kaca Pariwara, dua produk situs e-commerce masuk ke jajaran sepuluh besar produk terbilang paling jorjoran menggelontorkan uangnya untuk iklan. Menurut CEO PT Sigi Kaca Pariwara Sapto Anggoro, munculnya e-commerce ke dalam daftar itu merupakan hal yang menarik. Sebab, industri tersebut relatif masih baru. “E-commerce tinggi di 2014 seperti Lazada, OLX, dan 2015 ada lagi Tokopedia dan Traveloka,” ujar Sapto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Berdasarkan data Adstensity, terdapat dua titik tempat iklan produk e-commerce melonjak pesat pada periode Januari-November 2015. Lonjakan itu terjadi pada Juli dan September. Menurut Sapto lebih lanjut, kenaikan iklan produk e-commerce pada Juli disebabkan adanya  Ramadhan. Saat itu ucap dia, promosi belanja dalam jaringan (online) melonjak pesat.

Tenjo oge Lurr.. (ASTRA RAMBAH E-COMMERCE LEWAT AXIQOE | 50 M CENAH LURR MODALNA BEUH..)

Sementara pada September, lonjakan iklan e-commerce terjadi lantaran munculnya produk baru yakni MatahariMall.com. Kemunculan produk baru itu membuat persaingan iklan kian kencang. Dari data Adstensity, ada enam produk e-commerce yang bertaji menggelontorkan uangnya untuk iklan di TV. Keenam produk itu yakni Tokopedia mencapai Rp 559 miliar, Traveloka Rp 553 miliar, OLX Rp 283 miliar, Blibli Rp 237 miliar, Bukalapak Rp 119 miliar, dan Lazada Rp 107 miliar. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.