X’ TANTARA NAZI 93 TAHUN REK DIADILI TAHUN DEPAN | HAYYAAAH…

Bobotoh.id- Persidangan mantan tentara SS Nazi berusia 93 tahun yang dituduh membantu aksi pembunuhan setidaknya 170 ribu orang di kamp Auschwitz-Birkenau akan digelar pada pertengah Februari tahun depan. Juru bicara pengadilan mengumumkan yang sudah berusia lanjut itu dinyatakan layak untuk diadili.

Dilaporkan Reuters, kasus terhadap Reinhold H, 93, yang tinggal di desa Lippe, Jerman ini akan ditangani oleh pengadilan di kota Detmold barat. nformasi ini tersiar setelah pengadilan Jerman pekan lalu mengizinkan digelarnya sidang warga negara Jerman lainnya yang berusia 95 yang dituduh membantu aksi pembunuhan setidaknya 3.681 orang di kamp Auschwitz-Birkenau.

Pengadilan tinggi Rostock di Jerman utara menilai Hubert Z. layak untuk menjalani persidangan, mengesampingkan keputusan sebelumnya oleh pengadilan yang lebih rendah yang menilai Hubert terlalu tua dan rapuh untuk menjalani proses hukum.

Reinhold, yang nama terakhirnya hanya dipublikasikan dengan huruf “H” karena dirahasiakan di bawah hukum privasi Jerman, bertugas di kamp Auschwitz pada periode Januari 1943 dan Juni 1944. Putusan pengadilan Jerman telah menetapkan preseden untuk mendakwa mantan tentara Nazi yang bertugas di kamp konsentrasi tersebut.

Pada Juli lalu, Oskar Groening, 94, yang dikenal sebagai “akuntan Auschwitz”, dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam aksi pembunuhan 300 ribu orang di Auschwitz. Sejumlah kasus lain yang melibatkan petugas lain di kamp kematian ini kini masih menunggu persidangan di pengadilan Jerman. Tenjo oge Lurr.. (44 TAHUN DIPENJARA, LALAKI IEU REUWAS TENJO DUNIA)

Di kota Kiel, Jerman utara, seorang wanita 91 tahun yang dituduh bersalah karena membantu dalam aksi pembunuhan 260 ribu orang. Tim pembelaannya menyatakan bahwa dia tidak layak untuk diadili. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.