10 VIDEO MUSIK INDONESIA TERBAIK 2015 PERSI ROLLING STONE (Bag. 1) | TENJO LURR..

Pada Agustus lalu, Rolling Stone Indonesia telah merilis daftar sepuluh yang dirilis pada paruh pertama 2015. Daftar tersebut diramaikan oleh ragam musisi dengan lintas genre yaitu Tulus, Ran, Raisa, Neurotic, Bonita & the Hus Band, Aimee Saras, Ras Muhammad, NOAH, Maliq & D’Essentials, dan A.L.I.C.E. Untuk melengkapi edisi pertamanya, di penghujung 2015 ini Rolling Stone Indonesia kembali merangkum sepuluh video musik Indonesia yang rilis pada kedua 2015 dan memiliki keunggulan dalam konsep, kualitas, kreatifitas, ataupun tehnik penggarapannya.

Daftar ini tidak bermaksud mengurangi apresiasi terhadap para artis atau band lain yang juga merilis video musik bagus di sepanjang 2015 namun tak terpilih dalam daftar ini. Beberapa karya terhormat untuk disebutkan itu di antaranya seperti video musik Morfem dengan “Rayakan Pemenang”, GAC dengan “Bahagia”, Gizpel dengan “Zittau”, rumahsakit dengan “Duniawi”, ataupun Rajasinga dengan “Stoned Magrib”.

Berikut ini adalah sepuluh video musik Indonesia terbaik di semester kedua 2015:

10) Afgan & Raisa – “Percayalah”

 

Dua solois pop tanah air, Afgansyah Reza dan Raisa Andriana, akhirnya bersatu untuk melakukan sebuah proyek duet lewat lagu berjudul “Percayalah”. Dalam format video musiknya, “Percayalah” sedikitnya mengambil cerita nyata tentang awal pertemuan Afgan dan Raisa saat menjalankan pendidikan menengah atas di satu sekolah yang sama. Lalu adegan berlanjut ketika keduanya sudah menjadi penyanyi pop kenamaan, dan bertemu di belakang panggung. Meski dibumbui oleh unsur romansa tidak nyata, cerita ini sakti membangun sebuah delusi di benak para penggemar Afgan maupun Raisa.

9) Stereocase feat. Neonomora – “All Night Long”

 

Video musik “All Night Long” akan sedikit mengingatkan video musik Stereocase lainnya yang rilis pada 2013 silam berjudul “Alihkan”. Untuk kali ini video musik “All Night Long” lebih memberi tumpuan kepada satu model perempuannya yang elok diperagakan oleh Widika Sidmore. Sesuai dengan musiknnya, nuansa video musik “All Night Long” sedikit lebih gelap dan cenderung erotis. Efek penglihatan yang kabur pun menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi variatif susunan cahaya Light-Emitting Diode yang efektif namun tak berlimpah. Semua konsep tersebut terasa tepat dengan padanan materi “All Night Long” yang juga menampilkan vokal Neonomora.

 

8) HMGNC – “Memories That Last a Dream”

 

“Memories That Last a Dream” adalah video musik kedua HMGNC setelah “Today and Forever” yang rilis terlebih dahulu pada Juni lalu. Video musik ini memiliki konsep potongan video penampilan live HMGNC di NuArt, Bandung, saat melakukan konser peluncuran lagu Memories That Last a Dream” sebagaisingle kedua. Tim penggarapnya yaitu Jugglers, mencoba memainkan rasio aspek video dengan menambahkan ukuran black bar yang lebih besar dari biasanya. Video musik “Memories That Last a Dream” berhasil menggambarkan bagaimana anggunnya musik HMGNC jika diiringi dengan permainan cahaya lampu, asap panggung, maupun efek video yang cukup presisi.

 

7) Sajama Cut – “Fatamorgana”

 

Sebuah curahan dari sisi seorang ayah yang diwakili oleh vokalis Marcel Thee kepada anaknya bernama Anio. “’Fatamorgana’ menggambarkan kemenangan sebagai orang tua di tengah eksistensi hidup di kota urban yang kejam dan tak berhenti berusaha menghancurkan jiwa,” begitu penjelasan Marcel. Di dalam video musik yang disutradarai Anggun Priambodo, “Fatamorgana” menayangkan beberapa potongan gambar kehidupan bahagia Anio. Bahkan terdapat bagian di mana Anio dengan begitu hafalnya menyanyikan refrain dari “Fatamorgana.” Kasih sayang seorang ayah kepada anaknya tak akan tergerus oleh waktu. Dan ini adalah salah satu pesan terbaiknya.

 

6) NTRL – “Sakit Jiwa”

 

2015 mungkin bukan tahun yang mulus bagi perjalanan karir trio punk rock Bagus Dhanar (vokal/bass), Coki Bollemeyer (gitar), dan Eno Gitara (drum). Pada Oktober lalu mereka telah mengubah nama band yang sebelumnya dikenal sebagai Netral menjadi NTRL. Sebulan kemudian baru diketahui pergantian ini merupakan dampak konflik yang terjadi akibat perebutan hak merek dagang dengan mantan drummer. Namun tentu saja kreativitas tidak mengenal konflik, terkadang itu bahkan menjadi bahan bakar imajinasi. Tak heran jika kemudian video musik “Sakit Jiwa” yang menjadi single pertama dari album11/12 ini bagai menggambarkan kondisi terkini yang dialami oleh NTRL (atau bahkan sengaja dialamatkan kepada sang pemancing konflik?) Video musiknya begitu sederhana, hanya satu angle, namun tepat tujuan, multi-eksplosif dan tentunya agresif.

Tenjo oge Lurr.. (HORE MELEPAS PIDEO MUSIK TERANYAR, ‘TAK TERKENDALI’ | TENJO LURR..)

(Bobotoh.id/BBS/rollingstone)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320683″]


 

[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.