EH.. ORANG INI BOGA RUPA SEPERTI GAJAH ! HAMPURA LAIN MOYOKAN !

Seorang pria di India, Kanai Das (42) menderita penyakit langka yang disebut neurofibromatosis. Kondisi ini membuat dirinya memiliki rupa seperti karena kulit yang menggantung ke dadanya seperti belalai. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jaringan sel saraf. Pada Kanai, hal ini menyebabkan cacat wajah yang sulit disembuhkan.

“Saya begitu tersentuh melihat kondisinya dan tidak bisa menahan diri sendiri untuk membawanya pulang. Saya memiliki 22 anggota keluarga, namun tidak ada satupun yang membencinya walaupun dia mengalami kecacatan dan tidak ada yang berani mendekatinya,” kata ibu angkatnya, Bharati, seperti diberitakan The Sun, Kamis (31/12/2015). Menurut Bharati, meski kondisinya mengkhawatirkan namun tetangga atau orang di sekitarnya selalu menyembahnya. Mereka menganggap Kanai seperti dewa karena mirip dengan Dewa Hindu Ganesha.

“Orang-orang memuja dia sebagai Dewa Ganesh dan memberikan uang kepadanya. Semua orang mencintai dia dan mencari berkatnya. Padahal hidupnya menyakitkan,” katanya. Kanai sendiri mengatakan, masih berharap ada keajaiban medis sehingga dia bisa hidup dengan normal. “Saya selalu berdoa kepada Tuhan dan meminta ampunannya. Hidup saya sangat menyakitkan. Saya tidak bisa berjalan atau makan, saya pun selalu menumpahkan makanan. Dan saat mengunjungi orang lain, rasanya memalukan,” katanya.

Kanai mengakui, kalau dirinya selalu dipaksa mengemis untuk memenuhi kebutuhan ibu angkatnya. Namun dia berharap hal ini akan berakhir. “Orang-orang berpikir saya dewa karena mirip Ganesha. Tapi sejujurnya, saya tidak menyukai dianggap demikian. Meskipun dokter telah mengatakan tidak ada obat, saya masih berharap untuk sebuah keajaiban. Sebab saya ingin menjadi orang yang sehat dan hidup normal,” pungkasnya.

[socialpoll id=”2320459″]

(Bobotoh.id/RF/Liputan6.com)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.