CIK.. LADA HITAM JEUNG LADA PUTIH TANGKALNA SARUA TEU ?

Lada, rempah yang satu ini mempunyai sejarah ratusan tahun. Sensasi pedas dan panas yang dihasilkannya dipercaya bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit. Hal inilah yang membuat penjelajahan bangsa Eropa hingga sampai ke kepuluan Nusantara pada awal abad ke-14. Tercatat kepulauan Maluku menjadi tempat yang subur tumbuhnya . menjadi hasil ekspor ke benua Eropa dan menjadi bumbu berbagai jenis makanan.

Olahan daging bakar, yang secara umum disebut steak, menjadi makanan dengan lada sebagai bumbunya. Gerusan lada dibalurkan pada daging sebelum dibakar, yang memberi aroma dan rasa yang khas pada daging. Saus berbahan utama lada ikut disajikan untuk melengkapi sajian steak daging. Saus dengan bahan utama lada hitam, disebut blackpepper sauce, juga memberi rasa pada makanan lain. Burger, pizza dan hotdog lazim untuk disajikan bersamaan dengan blackpepper sauce.

Ieu rame lur: “POCONG” JUGA NGILUAN TAHUN BARU !!

Meskipun disebut blackpepper sauce, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi saus lada hitam, ternyata terdapat dua jenis lada yang digunakan. Lada berwarna terang atau lada putih umumnya digerus halus dengan mesin, sementara lada berwarna gelap atau lada hitam digerus kasar hingga pecahannya sebesar pasir. Lalu apa yang membedakan kedua lada ini, dan apakah berasal dari pohon yang sama? Ya, lada putih dan hitam berasal dari pohon yang sama. Dengan nama ilmiah Piper nigrum,tumbuhan merambat ini termasuk genus Piper dan Family Piperaceae. Pemetikan dan pengolahan menjadi pembeda proses yang dilalui untuk mendapatkan lada siap saji.

Lada hitam diolah dengan memetik biji lada dalam kondisi setengah matang, kemudian mengalami proses penjemuran hingga kering. Saat mengering, biji lada akan mengerut dan warnanya berubah menjadi gelap. Proses pemanggangan dengan sinar matahari ikut memberi aroma yang khas pada lada hitam, sehingga lada jenis ini hanya digerus kasar saat digunakan untuk mengelurakan aromanya. Sedangkan lada putih mengalamai proses sedikit berbeda.

Untuk mendapatkan lada berwarna putih, biji lada mengalami proses perendamaman air laut. Biji lada yang sudah matang sempurna, direndam dengan air laut sampai kulit terluarnya menghilang dan menyisakan biji lada berwana putih terang. Selanjutnya biji lada ini dikeringkan dengan diangin-anginkan ditempat teduh. Setelah tidak ada air tersisa lada kemudian digiling halus atau langsung dikemas.

[socialpoll id=”2317542″]

(Bobotoh.id/RF/Liputan6.com)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.