SERANGAN DI MESJID PARIS ! SAURANG KENA PELURU NYASAR !

Valance – Seorang pria 72 tahun terluka akibat terkena peluru nyasar yang ditembakkan prajurit, saat mengarahkan tembakan ke mobil yang hendak menabrak mereka. Lelaki tersebut kini telah dirawat di rumah sakit akibat peluru yang bersarang di betisnya. Seperti dikutip dari BBC, insiden itu terjadi setelah seorang pengendara 29 tahun berusaha menabrakkan mobilnya ke 4 prajurit yang bertugas mengamankan sebuah di Valence, bagian tenggara Prancis.

Pengendara yang diketahui berasal dari Lyon,, sekitar 1 jam dari lokasi kejadian,  berusaha menabrakkan mobilnya sebanyak 2 kali, tapi bisa dihentikan setelah prajurit melepaskan tembakan. Pengendara tersebut terluka di lengan dan kakinya, tapi tidak sampai mengancam jiwanya. Sedangkan, seorang prajurit terluka di bagian kaki akibat serangan itu.

Ieu rame lur: DI RUSIA ! AYA MOBIL BERUBAH JADI “ES BATU” ! KO BISA ?!

Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan, para prajurit itu melepaskan tembakan untuk mempertahankan diri. Pejabat militer setempat, Nicolas Daragon mengapresiasi kemampuan kontrol diri para prajurit. Daragon juga mengatakan, situasi di sekitar masjid kini dinilai relatif aman.

Prancis mengerahkan sekitar 10.000 aparat keamanan untuk melindungi sejumlah tempat sensitif di seluruh Prancis sejak teror pada 13 November melanda negeri itu. Dikutip dari CNN, Imam Masjid Valence Abdallah Dliouah mengutuk serangan itu sekaligus berterima kasih kepada prajurit. “Selagi menunggu hasil investigasi, kami menegaskan sekali lagi bahwa aksi ini, terlepas dari parah tidaknya, tidak akan mengikis keteguhan kami untuk mempromosikan hidup damai bersama, seperti yang selalu kami lakukan,” ujar Dliouah.

Ieu rame lur: UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU DARI PARA PAMAÉN SEPAKBOLA DUNIA ! KUMAHA TAH ?

[socialpoll id=”2320607″]

(Bobotoh.id/RF/Liputan6.com)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.