LEMAH DI PASARAN, BLACKBERRY “BANTING SETIR” !

Pasca merilis Priv, tidak akan merilis seri teranyar 10 pada tahun ini. Perusahaan asal Kanada tersebut ingin lebih fokus menggeluti operasi sistem yang mana dinilai akan menjadi peluang besar bagi bisnisnya. Dilansir Fortune dikutip dari Liputan6, CEO Blackberry John Chen sendiri menyatakan bahwa pihaknya memang tengah fokus mengembangkan bisnis perangkat . Bahkan, BlackBerry pun sebelumnya sempat dikabarkan masih akan menggarap selain Priv.

Pada saat John Chen diwawancara dengan CNET pada suatu acara Consumer Electronic Show (CES) 2015 yang diadakan di Las Vegas, AS, ia mengungkapkan  hadirnya BlackBerry 10 bukan merupakan momentum yang ‘pas’ bagi konsumen dan developer. Seperti diketahui, untuk saat ini bisnis perangkat BlackBerry telah mengalami penurunan. Untuk itu, kehadiran perangkat BlackBerry Android dengan harga terjangkau diharapkan dapat menarik perhatian konsumen.

Ieu rame lur: CILAKAAA ! BUDAK 6 TAUN NGAJAK KENCAN INDUNGNA !

Faktanya, sistem operasi bawaan BlackBerry sendiri diungkap hanya mencaplok satu persen pangsa pasar per Oktober 2015 lalu. Sementara perangkat dengan sistem operasi Android justru melambung tinggi dengan total 52,9 persen di waktu yang sama. Hal itulah yang membuat BlackBerry ‘banting setir’ untuk memutuskan menciptakan perangkat Android pertamanya pada November 2015.

Saat ini, penjualan Priv tergolong masih cukup baik. BlackBerry melaporkan bahwa sudah ada lebih dari 700 ribu unit yang terjual uintuk kuartal ini. Dan jumlah itu masih bisa bertambah, sebab BlackBerry juga berencana membawa Priv ke 31 pasar tambahan selama beberapa bulan ke depan.

BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, BlackBerry. Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.

[socialpoll id=”2320239″]

(Bobotoh.id/RF)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.