PONIMAN UBAH DREUM BEKAS JADI GONG | BISA KITU?

Dia mengaku, keahlian itu didapatkannya dari orangtuanya yang juga memproduksi alat-alat musik. “Kalau gong ukuran satu meter ini biasanya untuk hiasan hotel-hotel atau villa di Bali,” ujar , warga Kecamatan Rogojampi, Kabupaten , Sabtu (9/12015). Untuk harganya, mematok antara Rp 300.000-Rp 700.000 sesuai dengan ukuran yang dipesan. “Paling besar ini harganya Rp Rp 700.000 yang ukuran diameternya 1 meter. Ada juga yang diameternya 80 sentimeter atau lebih kecil lagi. Ada juga yang pesan satu set dengan alat tabuh lainnya. Tapi untuk hiasan,” tuturnya.

Uniknya, dia memanfaatkan drum bekas dan bisa memproduksi sampai 15 gong setiap bulannya. Untuk drum bekas, dia mendapatkan dari langganannya dan biasanya menggunakan drum bekas oli atau minyak, sedangkan untuk pengerjaannya, dia hanya membutuhkan waktu maksimal 2 hari untuk menyelesaikan gong yang paling besar.

Dia menjelaskan, banyak menerima pesanan karena harganya lebih murah dibandingkan daerah lain dengan kualitas yang lebih baik. “Kata pembelinya kalau pesan di Bali harganya bisa mencapai Rp 5 juta, termasuk juga di daerah lain tapi garapannya kasar beda dengan ini terutama bagian sambungannya,” ungkapnya. Selama ini, Poniman bekerja dibantu dengan adik kandungnya dan juga ayahnya untuk mengetes bunyi dan nada. Tenjo oge Lurr.. (LIMBAH B3 DIPAKE UKM UNTUK BAHAN KERAJINAN | HAYYAAAH…)

Adapun “Khusus untuk gong untuk bermain musik, biasanya bapak yang akan tes nada dan bunyinya. Bapak sudah nggak bekerja karena sudah tua. Jadi kami yang meneruskannya,” katanya. Dia mengaku pemasaran gong buatannya dilakukan dari mulut ke mulut. “Kami baru buat kalau ada pesanan karena kendala dengan modal. Dan memang pesanan terbanyak dari Bali malah dari Banyuwangi jarang yang pesan tapi ada beberapa kali,” pungkasnya. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2322372″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.