MENENJO USAHA KULINER MURAH ANAKNYA JOKOWI ! NGEUNAH EUY !

Putra sulung Presiden Joko Widodo,  Rakabuming Raka, tampaknya belum puas dengan usaha katering, martabak manis, dan cakar ayam. kini berupaya melebarkan sayap usaha kulinernya tersebut. Bisnis baru yang digeluti saat ini adalah Food Street Pasta Buntel. Seperti bisnis martabak dan cakar ayam, panganan pasta buntèl juga merupakan bisnis kerja sama. Pasta buntel ini merupakan food street yang dirintis oleh 3 anak muda. Mereka adalah Jefri Lintang Biantara, Sri Palgunadi, dan Agnar Juan.

Pasta buntel ini baru berjalan 3 bulan. Saban hari, mereka menempati warung tenda di Jalan Museum, Sriwedari, Solo. Mereka buka dari pukul 18.00 WIB-22.00 WIB.

Sri Palgunadi menuturkan, pasta buntel ini merupakan kuliner fusion yang dieksplorasi oleh dirinya dan 2 temannya itu. Tujuan awal membikin panganan itu adalah menunjukkan bahwa makanan tradisional itu memiliki cita rasa yang kuat bahkan jika dicampur dengan makanan barat sekalipun. “Awalnya kita kepikiran, kok banyak makanan barat yang ‘menjajah’ para penikmat kuliner. Kemudian kita berinisiatif mengembangkan sebuah makanan dengan treatmentkhas masakan Nusantara. Karena jika masakan asing kemudian kita treatment masakan Nusantara rasanya lebih nendang, ” ujar Gunadi.

Ieu rame lur: BIOSKOP INDONESIA TEUTEUP WANI NGADU JEUNG NETFLIX

Lantas, setelah melakukan beberapa pertimbangan, mereka bertiga memilih pasta. Kemudian pasta ini pun mencoba dieksplorasi dengan cara masak masakan khas Nusantara. Dengan harapan muncul rasa yang unik.  “Akhirnya kita ketemu pasta dengantreatment masak khas masakan Nusantara. Yakni dengan cara dibakar dengan daun pisang, ” urai Gunadi. Untuk rasanya, Gunadi bersama temannya menyediakan beberapa pilihan rasa. Yakni Pastèl (pasta buntèl) original ayam, original sapi, dan Pastèl Sambal Matah (sambal Bali).

“Harga pasta buntelnya Rp 13.000 untuk satu bungkusnya, ” tutur dia. Setelah 3 bulan menyapa lidah penikmat kuliner, ternyata pasta buntel mulai digemari. Bermodal promosi lewat media sosial, beberapa penikmat kuliner luar Solo mulai berdatangan. Dan, Gibran Rakabuming Raka tertarik dengan kuliner itu. “Mas Gibran ngajak kerja sama saat 2 bulan setelah kita buka. Mas Gibran mau kerja sama mungkin karena keunikan makanan kita. Lagipula Mas Gibran saat ini sedang getol-getolnya membantu mengembangkan makanan kaki lima food street,” jelas Gunadi.

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.