KUSABAB IEU, DUA PERUSAHAAN MOTOR TERANCAM DIBEKUKAN !

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memperkarakan dua produsen kendaraan bermotor roda dua karena diduga telah melakukan persengkongkolan harga. Persekongkolan pembentukan harga tersebut berimbas kepada kerugian konsumen.

Ketua ‎KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, saat ini proses penyidikan terhadap ‎kedua produsen tersebut masih berlangsung dan diharapkan segera bisa menemukan bukti ekonomi untuk memperkarakan sesuai dengan undang-undang persaingan usaha. ‎”Itu akan segera kami tindak lanjuti. proses penyidikan sudah selesai kaitan tinggal bukti ekonomi, karena bukti dokumen saja tidak cukup, saksi ahli sudah,” kata Syarkawi, di Jakarta, sepeeri ditulis Selasa (12/1/2016).‎

Ieu rame lur: AYEUNA GO-JEK BISA DIPESAN LEWAT LINE LURRR !

Jika bukti-bukti sudah terkumpul, KPPU akan memperkarakan persengkongkolan yang dilakukan oleh dua perusahaan tersebut. Setelah dilakukan rapat komisi untuk mematangkan kelayakan bukti. Ia pun menargetkan akhir Januari ini perkara tersebut bisa dimulai. “Kami akan segeran naikan menjadi perkara, setelah alat bukti cukup lapor ke rapat komisi, gelar perkara komisi akan menilai apakah ini layak jadi alat bukti atau tidak, berdasarkan alat bukti investigator,” tuturnya.‎

‎Ia mengungkapkan, dua produsen motor tersebut diduga berkoordinasi dalam pembentukan harga untuk jenis kendaraan skuter matic dan bebek, dengan mengatur pasokan produksi. Bukti dapat terlihat dari kapasitas ‎produksi dan pasokan kendaraan yang ada di pasar. “Dugaan dua produsen motor terbesar di Indonesia Yamah dan , diduga kordinasi harga untuk skutik maupun bebek. Harga dan pasokan, mengontrol harga itu mengatur produksi bisnis price fixing menjual harga yang disepakati, ada juga mengatur harga membatasi pasokan di pasar, lihat itu gampang kapasitas produksi berapa yang ada berapa,” pungkasnya.

[socialpoll id=”2323507″]


[socialpoll id=”2321497″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.