RUHUT: FAHRI HAMZAH TEU NGARTI HUKUM

“Fahri itu kan bukan orang hukum, tidak mengerti hukum, kalau aku kan orang hukum,” kata Ruhut, dikutip Kompas.com, Minggu (17/1/2016). Ruhut mengatakan, Pasal 47 peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 yang digunakan Fahri tidak bisa dijadikan sebagai dasar. Sebab, pasal tersebut mengatur mengenai penggunaan senjata, bukan aparat yang membawa senjata.

Misalnya pasal 47 ayat (1) disebutkan, penggunaan  senjata api hanya boleh digunakan bila benar-benar diperuntukkan untuk melindungi nyawa manusia. Artinya, pasal itu baru berlaku apabila yang menjaga penggeledahan di gedung DPR menggunakan senjata mereka.

“Kalau Fahri bilang itu dilarang, mana dasar hukumnya? Enggak ada dasar hukumnya,” kata mantan advokat ini.

Politisi Partai Demokrat, mempertanyakan dasar hukum yang digunakan Wakil Ketua DPR saat melarang penggunaan Brimob bersenjata di gedung DPR.

Sebaliknya, dalam Pasal 12 huruf i UU KPK, diatur bahwa lembaga antirasuah itu bisa meminta bantuan kepolisian atau instansi lainnya saat melakukan penggeledahan. Di aturan tersebut juga tak diatur soal penggunaan senjata. “Fahri sebaiknya patuh lah kepada penegak hukum, apalagi KPK yang sangat dicintai oleh masyarakat,” ucap Ruhut tutupnya.

Tenjo oge Lurr.. (FAHRI MINTA RUANG ANGGOTA DIKONCI, MÉH PENYIDIK KPK TAK BISA MASUK)

Fahri sebelumnya sempat protes dan malah mengunci ruangan salah satu anggota DPR agar penyidik KPK tidak bisa masuk, adapun penyidik membawa Brimob bersenjata saat menggeledah tiga ruangan angota DPR. (Bobotoh.id/BBS) 

[socialpoll id=”2324193″]

[socialpoll id=”2322831″]

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.