AYA PAMERAN MUSIK “ROCK MEMBERONTAK” DI JAKARTA

Subuah ajang yang jarang terjadi, Pameran musik Rock Memberontak: Melawan Pemangkasan Kenikmatan, digelar mulai 23 Januari sampai 5 Februari mendatang di Studio Sang Akar, Jl. Tebet Dalam 1 No. 22 Jakarta Selatan. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Pameran akan menampilkan ilustrasi dari Davro dan Roel, foto oleh Rudolf Maurits dan Adi Tamtomo juga dipamerkan koleksi poster konser oleh komunitas Pearl Jam Indonesia dan Navicula. Kurasi pameran oleh Sigit D. Pratama.

1

Selain pameran, kemarin Sabtu (22/1) diadakan juga diskusi dan bedah buku Rock Memberontak dengan panelis terdiri dari Jimmy Ph. Paat (Dosen UNJ), Sari Wulandari (Dosen DKV Binus), Buddy Ace (Jurnalis Musik) dan Eko Wustuk (Penulis Buku). Topik bahasannya adalah membongkar dan menemukan kekurangan-kekurangan buku Rock Memberontak, agar dapat dijadikan pijakan bagi buku selanjutnya. Buku Rock Memberontak ditulis oleh Eko Wustuk. Dengan mengambil fokus pada kisah proses kreatif Che, vokalis Cupumanik dan Robi, vokalis sekaligus gitaris Navicula dalam menciptakan lagu untuk band masing-masing. Buku ini telah terbit pada 28 November silam. Buku yang dicetak sebanyak 2000 eksemplar ini terealisasi dengan cara crowdfunding melalui situs Wujudkan.

Tenjo oge Lurr.. (HAMMERSONIC 2016, AJANG KUMPUL MILITAN DEATH-METAL | DIMANA TAH?)

Pada 5 Februari mendatang juga ada sesi bedah lagu “Jiwa Yang Berani” dengan pembicara Che Cupumanik, Raditya Adi Nugraha dan draCill. Pada sesi penutupan pameran ini, Che Cupumanik dan Raditya Adi Nugraha (videographer) akan membeberkan proses kolaborasi Che dengan Robi di kediaman Ian Zat Kimia di Bali, saat mereka menulis dan merekam lagu “Jiwa Yang Berani”. Lagu itu sendiri mereka tulis khusus untuk buku Rock Memberontak. (Bobotoh.id/BBS/rollingstone.co.id)

[socialpoll id=”2326156″]

[socialpoll id=”2324516″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.