TOILET UMUM SEKELAS BINTANG 5 REK DISEBAR LURR.. | DIMANA WAE TAH..

“Intinya 10 destinasi didukung secara prioritas. Di Laboan Bajo sudah ada air minum perlu ditambah toilet yang benar-benar bagus sekelas bintang 5,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Andreas Suhono di Jakarta, Sabtu (22/1/2016). Dari 10 destinasi tersebut, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya fokus untuk membangun saluran sanitasi dan air minum di , Flores.

Andreas menuturkan, pengadaan toilet kelas bintang 5 tidak sulit. Masalahnya ada pada pemeliharaan. Jika toilet dibangun bagus-bagus tapi tidak dirawat akan percuma. Oleh karena itu, diperlukan manajemen pariwisata sebagai faktor utama supaya pemeliharaan fasilitas seperti toilet bisa diperhatikan.

“Prioritas sekarang Labuan Bajo. Kan pemerintah juga tidak bisa bangun pariwisata langsung jadi. Mana yg diprioritaskan dulu,” jelas Andreas. Di Labuan Bajo, sanitasi hingga pengelolaan sampah dan limbahnya sudah mulai diperhatikan. Hal ini diharapkan akan mendatangkan lebih banyak turis.

Ieu rame Lurr.. (BEIJING LUNCURKEUN CANGGIH)

Selama ini, turis kurang berminat jika toilet di destinasi wisata kotor dan jorok. Nantinya, toilet ini akan dihibahkan ke pemerintah daerah (pemda) untuk pemeliharaannya. Pada saat yang sama, Direktur Pengembangan Air Minum Direktrat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Muhammad Natsir mengatakan, pemerintah tengah memprioritaskan air minum dan toilet bersih di Labuan Bajo.

“Dananya Rp 10 miliar untuk pengelolaan di Labuan Bajo. Sistem air minum di Labuan Bajo sebenarnya sudah ada sejak 2013. Namun akan ada beberapa tambahan sistem air minum,” jelas Natsir. Di destinasi wisata ini, sistem air minum hanya berkapasitas 2 liter per detik. (Bobotoh.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2326442″]

[socialpoll id=”2325963″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.