6 FAKTOR PENTING DI MOTOGP 2016 LURR..

MotoGP 2016 tak lama lagi bergulir. Para penggemar pun seolah tak sabar menanti apa yang akan terjadi setelah musim 2015 ditutup dengan balapan yang sangat seru. Ada beberapa hal menarik yang patut dicermati, mulai perseteruan -, ban, tim, hingga regulasi baru. Berikut beberapa hal yang cukup menentukan seru-tidaknya musim 2016, atau paling tidak bakal memberi warna cukup terang di ajang balap sepeda motor terpopuler di dunia itu:

1. Rossi-Marquez
Sudah jadi rahasia umum, bahwa pertemanan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez mulai merenggang sejak insiden ”spektakuler” di akhir musim. Pertanyaannya, apakah keduanya mampu bersikap profesional di lintasan lalu kembali merajut pertemanan, atau meneruskan perseteruan?

2. Akhir dari Kelas Open, ECU baru, dan ban Michelin
Salah satu perubahan besar pada musim 2016 adalah spesifikasi mesin naik dari 800 cc ke 1.000 cc. Lalu, Dorna sebagai penyelenggara menyiapkan ECU mandatory yang dikembangkan bersama, dan ban Michelin yang menggantikan tempat Bridgestone sebagai pemasok tunggal.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi nanti, namun pergantian hal fundamental itu akan mengubah peta persaingan, dengan harapan kompetisi semakin panas. Apa pun yang terjadi, dengan dipakainya satu ECU, berarti tidak ada jarak antara tim pabrikan dan kelas open.

3. Masalah mesin Honda
Honda mengalami masalah pada mesin baru dalam tes pra-musim beberapa waktu lalu di Sepang. Lebih potensial, tapi menurut Marquez, mesin jauh dar level terbaik. Bahkan bos HRC Shuhei Nakamoto mengatakan, bagian ini menjadi kesalahan terbesar tahun ini. Honda masih punya waktu tiga kali uji coba resmi jelang balap pembuka yang berlangsung di Qatar, Maret 2016 mendatang.

4. Langkah baru Suzuki
Menarik menanti penampilan Suzuki tahun ini, mengingat musim lalu Aleix Espargaro dan Maverick Vinales tampil sangat baik. Mereka merebut empat start di baris depan, bahkan bertengger pada pos 1-2 di Catalunya, plus masuk enam besar dalam tiga balapan.

Memang, tak ada lagi ban superlunak dari Michelin, namun ada hal yang membuat Suzuki menjanjikan. Salah satunya, performa GSX-RR dengan girboks seamless yang menunjukkan ancaman serius. Saat Ducati kehilangan hak konsesei, Artinya Suzuki lebih punya keuntungan dengan ekstra mesin, serta masih bisa melakukan pengembangan hingga tes tambahan.

5. Redding dan Ducati
Performa kurang baik Scott Redding di atas Marc VDS Honda tahun lalu memang mengecawakan. Namun saat pebalap Inggris itu memutuskan pindah ke Pramac Ducati, potensinya kembali menganga. Redding melahap tes dengan brilian, bahkan memimpin catatan waktu.

6. Apakah Casey Stoner Ikut Balapan?
Inilah pertanyaan terbesar yang keluar dari hampir setiap mulut penggemar saat jawara yang sudah pensiun itu memutuskan balik ke Ducati sebagai test rider. Stoner akan melakukan debut dengan Desmosedici pada tes resmi di Sepang, Januari 2016.

Tenjo oge Lurr.. (IEU JADWAL LENGKAP MOTOGP 2016 LURR…)
Fakta bahwa Stoner telah menawarkan diri mengganti Dani Pedrosa yang cedera musim lalu, menunjukkan bahwa pebalap Australia itu masih punya nyali untuk ”turun gunung” dan berjibaku. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2321035″]


 

[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.