DAPAT BANTUAN 2,8 JUTAAN TAPI KUDU TEKEN LAPORAN 10 JUTA | BEUUHH..

Kami menolak bantuan yang diserahkan oleh Dinsos tadi, karena barang-barang yang mau diserahkan itu, setelah kami lihat, jumlahnya tidak sesuai dengan laporan penerimaan yang harus kami tandatangani,” kata Rahmawati (27), ketua kelompok usaha wanita , seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/1/2016) malam.

Perempuan yang akrab disapa Wati itu menjelaskan, bantuan yang diberikan memang dalam bentuk bahan dan peralatan kerja, diperkirakan kurang dari 3 juta, adapun laporan yang harus mereka tandatangani Rp 10 juta. Dia menerangkan, barang yang diberikan tersebut ada beberapa macam, di antaranya kain beludru 1 rol, kasab benang emas 8 sapai, benang jahit 1 kotak, jarum 3 set, payung 10 buah, manik-manik dan amblak. “Setelah kami hitung barang tersebut harganya cuma Rp 2.892.000. Itukan barang-barang yang sering kami belanjakan, makanya kami tahu harganya,” katanya.  Tenjo oge Lurr.. (IWAN FALS MUAK SOAL FREEPORT | KANA SIKAP ELITE PULITIKNA!)

Barona Jaya, sebuah kelompok usaha wanita yang bergerak di bidang rias pengantin dan panggung pelaminan perkawinan di Kecamatan Kawai XVI, Kabupaten Barat, menolak bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) program dari Dinas Sosial setempat. Sebab, bantuan yang diberikan dalam bentuk barang itu dinilai jumlahnya tak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban yang harus mereka tandatangani.  Tenjo oge Lurr.. (IWAN FALS MUAK SOAL FREEPORT | KANA SIKAP ELITE PULITIKNA!)

Dari 7 kelompok usaha perajin dan ternak yang datang untuk mengambil bantuan Kube di Kantor Dinas Sosial tadi, dua kelompok di antaranya memutuskan untuk tidak menerima bantuan karena kasus yang sama. Tadi ada 7 kelompok yang datang untuk mengambil bantuan, tapi dua kelompok yaitu dari Kecamatan Kawai XVI dan Samatiga tidak jadi mengambil,” ujar Wati. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2322320″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.