DRONE IEU DICEGAH TERBANG DI WILAYAH TERLARANG | EH KUNAUN?

Produsen menguji coba sistem “geofencing” pada drone buatannya. Tujuannya agar mencegah drone melintasi wilayah terlarang, baik dari sisi aturan pemerintah setempat, maupun dari segi keamanan. Dilansir KompasTekno, dari TheVerge, sistem geonfencing itu dinamai “Geospatial Environment Online” atau GEO. Sistem itu akan memberi tahu wilayah mana saja yang tidak boleh dilewati drone.

Sekalipun pengguna memaksa masuk ke wilayah terlarang, drone DJI otomatis akan menolak dengan menghentikan pengoperasian. Selain wilayah yang dilarang permanen, GEO juga bakal memberi tahu pengguna jika ada daerah-daerah yang pelarangannya temporer. Misalnya daerah hutan terbakar atau stadium-stadium yang sedang mengadakan acara. GEO juga membatasi gerak drone ke area sensitif seperti penjara dan pabrik-pabrik tertentu. Daerah pelintasan pesawat pun menjadi daerah yang dihindari drone buatan DJI. Tenjo oge Lurr.. (EDUUUN.. DRONE INI BISA HIBER DAN NGOJAY LURR !)

Di Indonesia, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan telah mengeluarkan peraturan tentang drone. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak, yang disahkan pada 12 Mei 2015. Jika nanti GEO diresmikan, sistemnya bisa jadi bakal menyesuaikan dengan aturan dari Menhub. Tentu jika drone dimiliki warga negara Indonesia dan dioperasikan di tanah air. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2321293″]


 

[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.