DUA BOCAH ASAL SEMARANG TERSESAT HINGGA UNGGARAN

Entah bagaimana ceritanya, dua yang mengaku kakak beradik, Selasa (19/1/2016) siang, ditemukan warga di pinggir Jalan Diponegoro, tepatnya di sekitar pertigaan Undaris, Ungaran, Kabupaten . Kedua yang mengaku bernama Nova dan Desta itu beralamat di Bonlencung, Kota Semarang.

Keduanya diantar Sigit, seorang warga Gedanganak, Ungaran Timur ke Mapolsekta Ungaran sekitar pukul 11.00 wib. Kepada petugas Sigit mengaku menemukan kedua bocah itu dalam kondisi kebingungan di tepi jalan setelah turun dari bus jurusan Semarang-Ambarawa. “Saya dan adik saya naik bus dari Terboyo, terus diturunkan di jalan tadi,” kata Nova, saat ditanya seorang petugas.

Kedua bocah yang mengenakan kaos warna oranye bergambar Ultraman dan Transformer tersebut terlihat kebingungan saat ditanya petugas, terkait nama orangtua, alamat rumah dan cara mereka sampai di Ungaran.
Petugas yang tak tega melihat kondisi kedua bocah tersebut kemudian memberi mereka makanan, minuman dan buah-buahan yang langsung dilahap habis.

“Kami belum sekolah. Ayah saya Ahmad, ibu Maya. Ayah kerja di Gunungpati (Kota Semarang), ibu di Jakarta. Rumah di Bonlencung, Semarang,” kata mereka bergantian. Jika melihat ciri-ciri fisik bocah tersebut, Kapolsekta Ungaran Kompol Suparji meyakini mereka bukanlah anak jalanan. Mereka juga memperlihatkan perilaku yang sopan saat menjawab pertanyaan anggotanya.

“Tampilannya bersih, mereka anak-anak yang terawat dengan baik. Tak habis pikir, kenapa anak-anak ini bisa lepas dari pengawasan orang tuanya,” ungkap Supanji. Setelah mengidentifikasi kedua bocah tersebut, termasuk alamat rumahnya, tiga personel Polsekta Ungaran, yakni Aiptu Sujarwo, Aiptu Tasripan dan seorang PNS Polri bernama Erwin ditugaskan mengantarkan kedua bocah itu ke rumahnya.

“Setelah kami browsing di internet, Bonlencung adalah nama tempat di kawasan Kranggan, Semarang Tengah,” ujarnya. Menangapi kejadian tersebut, Suparji meminta agar para orangtua lebih meningkatkan pengawasanya terhadap anak-anak mereka.

Tenjo oge Lurr.. (BOCAH KORBAN PAEDOFIL ASAL AUSTRALIA TERUS BERTAMBAH | BEUUHHH..)

Sebab banyak kejadian, terutama di kota-kota besar, anak di bawah umur dibawa kabur orang tak dikenal. “Banyak sekali contoh aksi kriminalitas dengan korban anak bawah umur. Saya minta tolong ke para orangtua, jangan sampai mereka bermain tanpa pengawasan,” pungkasnya. (Bobotoh.id/kompas.com)

[socialpoll id=”2325075″]

[socialpoll id=”2322831″]

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.