HATI-HATI LUR, STRES BISA NGARUBAH KEBIASAAN JEUNG TUJUAN HIDÉP !


Bobotoh.id – Jadi apa yang menyebabkan otak kita merubah kebiasaan kita ketika sedang tertekan? Para peneliti dari Jerman mempunyai pertanyaan yang sama di tahun 2012. Mereka menduga hal itu ada hubungannya dengan stress akibat proses kimiawi otak. Temuan mereka ini telah dipublikasikan pada Journal of Neuroscience, dan mengungkapkan bahwa hormon stress menyebabkan otak untuk mengubah kebiasaaan mempunyai tujuan ke kebiasaan ruitinitas belaka. Dalam eksperimen mereka, mereka melatih orang-orang dengan aktivitas yang berhadiah makanan dengan menggunakan komputer.

Ieu rame lur: HATI-HATI LUR !! AYA TANGKAL GARING MELINTANG KE BADAN JALAN DI DAGO !!

Para partisipan mempelajari bahwa ada tombol spesifik yang akan memberikan mereka akses kepada makanan pilihan mereka. Ketika mengetahui itu, mereka diperbolehkan untuk mengkonsumsi sebanyak yang mereka inginkan. Bahkan, mereka akan mengkonsumsi makanan tersebut sampai pada titik dimana mereka tidak tertarik lagi kepada makanan. Partisipan juga diberikan hormon . Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa kombinasi 2 hormon tertentu-yohimbine dan hydrocortisone-bisa menyebabkan mereka mengikuti rutinitas yang telah dipelajari. Bahkan jika mereka tidak menginginkannya.

Dn bukannya memilih sesuatu yang berbeda untuk mereka makan, mereka melanjutkan menekan tombol makanan yang sudah tidak mereka inginkan. Data pada hasil pemindaian MRI mengkonfirmasikan bahwa kedua hormon tersebut mengurangi aktivitas pada prefrontal cortex, sebuah area otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dan perencanaan. Area otak lainnya yang berhubungan dengan perilaku kebiasaan, bagaimanpun juga, tidak terpengaruh.

Mengendalikan stres belum tentu menjadi solusi

“Semunya mengalami stress. Keseluruhan fokus dengan mengendalikan perilaku kemungkinan bukan jalan terbaik untuk mencapai target Anda,” jelas Wood pada hasil studi bersama para siswa sekolah.

Target kita bisa dengan mudah tergelincir. Kita tidak bisa menghentikan stres

Penelitian ini menunjukkan seberapa penting kebiasaan kita pada dunia yang penuh dengan stress ini. “Jika Anda adalah seseorang yang tidak mempunyai kekuatan keinginan yang kuat, studi kami memperlihatkan bahwa kebiasaan menjadi lebih penting.”

Stress menyebabkan otak kita bergantung kepada dasar evolusinya. Kita terpaksa untuk sedikit berpikir dan lebih banyak bertindak. Alih-alih berpikir hati-hati atau secara rasional, otak kita otomatis akan mengambil alih sumber kognitif. Membuatnya menjadi lebih sulit untuk mengendalikan kebiasaan. Kekuatan keinginan kita menghilang.

Ini memang terdengar cukup mengerikan. Kita semua memunyai kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan

Dan hal itu bisa Anda lakukan, ternyata, dengan menggunakan hal ini sebagai keuntungan. Ketika mengalami stres, otak kita tidak berhenti untuk menentukan perilaku mana yang baik atau buruk. Hal itu secara sederhana bergantung kepada kebiasaan rutinitas yang kita bangun. Sukses atau gagal sangat besar ditentukan oleh perilaku kita. Jika Anda berencana menjadi orang yang lebih kuat, individu yang lebih bahagia, maka bangunlah kebiasaan sehat Anda.


Bobotoh.id/RF/Liputan6.com

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.