HAYU URANG WISATA, KA MEDAN PERANG CENAH LURR..

Namanya Drury, pria berumur 50 tahun asal Inggris. Berbeda dengan traveler yang suka liburan naik gunung atau bersantai di pantai, dia lebih memilih mendatangi tempat-tempat konflik yang sering terjadi perang. Inilah, kisahnya…

Dilansir dari CNN Travel, Rabu (13/1/2016) Andrew Drury adalah seorang bos perusahaan konstruksi di Surrey, desa yang tak jauh lokasinya dari London. Dia sudah berkeluarga dan memiliki anak. Namun sejak dari muda, Drury tak bisa meninggalkan hobinya: berlibur ke medan perang. “Ini adalah risiko dan pelajaran. Pelajaran untuk melihat dan memahami dunia lebih dalam,” tuturnya.20 Tahun silam, Drury mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Punya banyak uang, memang memudahkan dirinya untuk traveling ke mana saja. Namun seperti katanya tadi, traveling bukan hanya untuk foto-foto dan menyaksikan keindahan alam. Traveling pun bisa menjadi pelajaran untuk kehidupan.

2
Maka, dimulailah perjalanannya ke daerah-daerah konflik. Di Afrika misalnya, ketika melintasi perbatasan Uganda dan Republik Kongo. Dia berlarian, di tengah perang yang pecah antara masyarakat kedua negara tersebut. Belum lagi ketika bertualang ke Chechnya. Dia sempat diincar oleh tentara Rusia ketika di tempat bekas ledakan bom. Dia melarikan diri dan mengelak untuk diintrograsi. Di Afghanistan, dia pun bermalam di rumah penduduk yang mana orang sana sudah terbiasa memegang senjata!

Di Amerika, dia merasakan pengalaman yang mendebarkan. Dia pernah hidup di dalam lingkungan kelompok supremasi kulit putih di Amerika Serikat, Ku Klux Klan (KKK). Tak sembarang orang bisa bertemu dengan kelompok tersebut, serta pergerakannya sulit diketahui.

 

3

Belum lagi, dirinya sempat ketakutan setengah mati ketika mencoba berkenalan dengan suku Kurdi di Suriah. Bukan tanpa sebab, beberapa tahun belakangan ini Suriah dilanda gejolak ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang dicap sebagai teroris paling berbahaya di dunia.Tapi Drury masih bisa menjelajahi Suriah, berkenalan dengan orang setempat dan merasakan tinggal di sana. Drury beberapa kali diingatkan, bahwa nyawa orang asing lebih berharga di sana ketimbang apapun! “Jangan pernah bilang kepada orang yang bertanya kepada Anda, di mana Anda tinggal dan besok mau pergi ke mana. Bahkan, kepada mereka yang sudah Anda percaya. Bilang saja, besok akan pulang,” kenangnya ketika berada di Suriah.

Ada yang menarik ketika dirinya plesiran ke Mogadishu, ibukota Somalia. Seperti banyak diberitakan media internasional, Somalia kerap dilanda perang saudara dan merupakan tempat berbahaya untuk dikunjungi turis. Lalu, apa kata Drury yang pernah datang ke sana?”Orang-orang berpikir, Somalia penuh dengan gengster dan pengedar narkoba tapi yang saya lihat tidak seperti itu. Mereka benar-benar mencintai orang-orang terdekatnya (meskipun seorang turis yang baru berkenalan) dan memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Bahkan, Drury mendirikan klub basket bagi masyarakat Mogadishu. Dia mengeluarkan kocek pribadi, membangun lapangan dan kerap kali datang untuk melihat anak-anak muda di sana bermain basket. Ada rasa kekeluargaan yang erat antara Drury dengan Somalia, yang sungguh dia tak pernah duga sebelumnya.

4

Drury juga pernah datang Korea Utara, untuk bermain golf di Pyongyang. Pengalaman-pengalamannya menjelajahi medan perang, membuatnya pribadi dengan mental yang kuat dan berani. Dia tahu harus melakukan apa, pergi ke mana dan tidak panik ketika perang pecah di dekatnya. Bisa dibilang, dentuman senjata dan berbagai model senjata api bukan barang yang baru.Drury mempersiapkan perjalanan liburan ke medan perang dengan rapi. Dia tidak mau mati konyol, demi hanya untuk datang dan kemudian tidak tahu bagaimana situasi. Maka sering kali, Drury ikut paket tur dari operator-operator tur yang memang menawarkan perjalanan ke medan perang, seperti Untamed Borders.

5

Drury pun sudah kecanduan untuk traveling ke medan perang. Suatu hal yang bisa bikin orang lain geleng-geleng kepala, tapi menjadi liburan yang menyenangkan untuk dirinya. Ingat ya, jangan sembarang coba-coba mengikuti Drury kalau mental dan persiapan belum matang! (Bobotoh.id/detik.com)

[socialpoll id=”2323547″]


[socialpoll id=”2318163″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.