IKLAN RASIS PEMUTIH KULIT THAILAND DITARIK | UYYUUGH!

Di dunia saya ada persaingan sengit. Jika saya tak merawat diri, semua yang sudah saya bangun, (kulit) putih yang jadi investasi saya, bisa hilang,” kata Cris Horwang dalam video tersebut. Pada saat tersebut, titik kulitnya berubah hampir hitam. Pesaingnya yang muda dan sangat putih muncul di sisinya. Dia tertunduk lemas melihat kulit gelapnya dan menggumam, “andaikan saya putih, saya akan menang.”

Iklan Snowz yang menampilkan aktris terkenal Cris Horwang akhirnya ditarik. Dalam iklan tersebut sang aktris mengaitkan kesuksesannya dengan kulit yang lebih terang. Perusahaan di balik produk tersebut, Seoul Secret, sebagaimana dilansir BBC, mengajukan “permohonan maaf mendalam” dan menyebut tak ada maksud menyinggung. Insiden tersebut memicu debat bagaimana masyarakat Thailand menyikapi .

Debat online pun memanas. Banyak pengguna Twitter hingga keputusan untuk menarik iklan tersebut. Seseorang menulis dalam bahasa Thai di Pantip.com: “Saya baik-baik saja punya kulit gelap dan sekarang kalian bilang saya tersesat? Halo? Apa?” “Menyebut orang berkulit gelap sebagai pecundang adalah sebenar-benarnya ,” tulisnya lagi.

Seoul Secret langsung menarik iklan itu, walau sampai Sabtu petang tetap dapat dilihat di YouTube, dan menyiarkan permintaan maaf.  “Yang ingin kami sampaikan adalah perbaikan diri yang sangat penting itu dalam hal kepribadian, penampilan, keterampilan, dan profesionalisme,” ujar firma tersebut.

Di Thailand, kulit gelap kerap dihubungkan dengan pekerja kasar di luar ruangan, karenanya dianggap “kelas rendah”. Di samping itu, banyak elite perkotaan berasal dari etnis Tionghoa, yang cenderung berkulit terang dibanding orang pribumi di pedesaan Thai. “Masalah ini bukan hanya terjadi Thailand. Masalah ini ada di seluruh dunia,” ujar kritikus sosial Lakkana Punwichai. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2322384″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.