KECINTAAN ITU DITURUNKAN DARI KAKEK KU !

candragumilar

Ya, Kakek ! atau kebanyakan orang sunda menyebutnya aki. Seorang paruh baya yang mengenalkan saya kepada kecintaan yang teramat dalam kepada klub sepak bola asal Bandung (PERSIB). Masih teringat di benak saya kala itu umur saya 7 tahun sedang berlibur kerumah kakek saya di daerah Subang Jawa Barat. Sore hari selepas Solat Ashar banyak bapak-bapak dan aki-aki mendatangin rumah kakek saya. Entahlah saya lupa berapa persis jumlah orang paruh baya yang datang, tetapi cukup untuk memenuhi teras rumah.

Mereka bercanda dengan candaan khas orang sunda (karena waktu itu saya belum mengerti bahasa sunda). Saya masih asik memutar-mutar radio kesayangan kakek, maklum waktu itu di rumah tidak ada TV bahkan masih sedikit orang yang memiliki TV. Tidak lama kemudian kakek saya mengajak saya ke kekerumunan paruh baya tadi sambil membawa radionya lalu memutar-mutar tombol radio itu, serentak mereka berkumpul mendekati kakek saya untuk mendengarkan radionya.

Kala itu suara yang terdengar dari radio seperti komentator sepak bola (pemikiran saya sekarang). Sejujurnya saya tidak paham apa yang sedang mereka lakukan, lantas saya tertidur di pangkuan kakek saya. Suara teriakan dan guraman membangunkan tidur saya, (apa yang mereka lakukan?). Satu persatu mereka meninggalkan rumah dengan raut wajah yang masam, lantas saya bertanya kepada kakek, “kenapa mereka?”. Saya ,masih ingat jawaban kakek saya kala itu adalah PERSIB BUTUT.

Ieu Rame Lur : Suasana Haru & “Hatur Nuhun” Itu Datang Lagi !

Semenjak saat itu cerita-cerita tentang Persib selalu saya dengar hingga saya beranjak dewasa dan menjadi seorang . Pertandingan Persib pertama saya adalah ketika saya SD kelas 6. Kala itu Kakek saya mengajak menonton PERSIB VS PSMS. Ya! tendangan terukur dari tengah lapangan Nyeck Nyobe menghantam jaring gawang Markus masih berbekas diingatan.

Wejangan dan cerita mengenai Persib selalu saya dapatkan dari kakek saya. Seperti cerita kakek yang waktu itu menonton langsung Persib di GBK (Gelora Bung Karno), mulai dari dibohongin polisi karena membawa rantang berisi makanan dan minuman (padahal di jero loba nu jualan) sampai terkena botol air kencing yang di lempar dari tribun atas GBK. Kakek berpesan agar saya tidak boleh menonton langsung pertandingan Persib di GBK karena keselamatan tetap nomer satu. Semenjak cerita itu, di hati keci saya ingin sekali menonton pertandingan Persib langsung di GBK.

18 oktober 2015. FINAL PIALA PRESIDEN digelar di GBK, hari-hari sebelum hari final di gelar saya berpikir keras, akankah bisa saya menonton langsung pertandingan ini di stadion?. Berbagai macam alasan saya persiapkan agar diijinkan menonton langsung di stadion. Terang saja saya berfikir keras karena dilain hal tanggal 18 oktober ini ulang tahun bapak saya.

Saya pun tidak mau ada kejadian aneh di hari berbahagia bapak saya, tapi resiko itu saya abaikan dan berbohong ada sesuatu hal yang berkaitan dengan pelajaran. (berbohong agar tidak di suruh pulang menghadiri acara ultah bapak saya), saya fikir kapan lagi nonton di persib di GBK? Ini final ! dorongan hati di tambah penyesalan karena final di Palembang tidak bisa datang karena bertepatan dengan ujian kuliah membulatkan hati saya untuk tetap berangkat.

Resiko yang saya ambil cukup besar karena saya tidak ikut rombongan bobotoh dari Bandung, saya berangkat sendiri menggunakan motor. Benar saja pengamanan polisi hanya berfokus di GBK dan dari Bandung menuju GBK. Ya tapi Allhamdulillah saya selamat sehingga masih bisa menulih essay ini dan memiliki cerita untuk di berikan kepada anak cucu saya terutama cerita untuk kakek ! Terimakasih, kek… telah mengenalkan saya kepada PERSIB, sebuah nama yang memiliki arti yang teramat banyak dan membuat kita sedikit gila akan tetapi kita akan merasakan cinta yang melebihi dari seorang pacar hahaha. (Candra Gumilar)

Catatan dari penulis :

1. Maafkan saya pak telah berbohong. *tapi saya telah menceritakan semuanya dan menunjukan gambar ini.

2. Orang tua saya tidak menyukai saya menjadi bobotoh

3. Berbohong itu tidak di benarkan

4. Hidup bukan hanya sekedar menbal

*Penulis adalah seorang mahasiswa berakun twitter @candragumilar18 | Isi tulisan diluar tanggung jawab redaksi | Hatur nuhun


 

 

Jika bobotoh mempunyai tulisan dan ingin ditayangkan di website bobotoh.id silahkan kirim melalui email : idbobotoh@gmail.com disertai nama lengkap, akun twitter dan foto.

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.