KOMPUTER NGÉLÉHKEUN MANUSIA DI PERMAINAN GO

Go adalah game board asal China sudah berusia 3.000 tahun, yang sudah turun temurun dimainkan. Game ini terlihat sederhana, namun sebenarnya cukup rumit karena perlu banyak siasat. Oleh sebab itu kemudian Go dipakai sebagai alat ukur kemajuan artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan.

Pada tahun 2014, Google membeli startup asal Inggris, DeepMind untuk AI. Kini, AI tersebut sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam hal berpikir.

“AlphaGo mampu mengerjakan hal yang hampir mustahil dan lebih cerdas dari yang kita harapkan,” kata Demis Hassabis, kepala eksekutif Google DeepMind.AlphaGo kemudian diuji dengan permainan Go, dan langsung berhadap dengan pemain profesional yang sudah juara tiga berturut-turut di kompetisi game Go skala internasioal di Eropa

Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kecerdasan buatan ini mampu meraih kemenangan bersih selama lebih dari tiga kali dari manusia pemegang tersebut. AlphaGo juga mampu menganalisis 30 juta langkah dari orang yang ahli bermain Go dan dapat memprediksi langkah lawan selanjutnya.

“Hal ini menandakan ada langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan,” kata British Go Association.

DeepMind menggunakan sistem AI bernama AlphaGo yang memiliki 12 jaringan saraf yang berbeda yang mengandung jutaan koneksi seperti neuron. Salah satunya berfungsi untuk memilih langkah selanjutnya. Sementara yang lainnya akan memprediksi siapa yang akan memenangkan pertandingan.Ada ratusan tempat di mana pemain dapat menempatkan batu pertama, hitam atau putih. Setelah itu, ada ratusan kemungkinan pula bagi lawan untuk meletakkan batu selanjutnya.

“Aturan dan cara memainkannya sederhana, namun Go merupakan permainan dengan kompleksitas yang sangat tinggi,” lanjut Hassabis.

Ieu rame Lurr.. (GARPU “CERDAS” NYIEUN MAKANAN HAMBAR JADI LEZAT)

Menariknya, AlphaGo mampu menciptakan strategi baru secara otomatis setelah menyelesaikan ribuan permainan. Hal ini membuatnya semakin cerdas. Pada bulan Maret, AlphaGo akan melawan pemain top dunia dalam lima pertandingan di Korea Selatan.

Dengan kecerdasan yang dimilikinya, DeepMind menekankan bahwa teknik AlphaGo ini tidak hanya dirancang untuk memenangkan permainan Go, tetapi juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada di dunia nyata, seperti analisis penyakit dan pemodelan iklim. (.id/BBS/CNNIndonesia)

[socialpoll id=”2328145″]
[socialpoll id=”2326782″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.