MEKOMINFO: TIDAK SEMUA E-COMMERCE BISA DIINVESTASI ASING | EH, KUNAUN?

“Saat ini yang namanya itu tidak diperbolehkan untuk (investor) asing, di lain pihak kita sedang meningkatkan investasi asing di Indonesia,” kata Rudiantara, Selasa (12/1/2016) di Jakarta, dikutip kompas.com. Namun demikian, Rudiantara mengatakan tidak semua industri e-commerce atau Usaha Kecil Menengah (UKM) akan dibuka seluas-luasnya untuk investor asing.

“Kita akan lihat lagi, kalau UKM memang sesuai undang-undang tidak diperbolehkan, tapi yang sudah melewati fase shift capital dan pendanaan beberapa series kita consider dibuka,” ujarnya. Batasan nilai capital untuk menentukan boleh atau tidaknya pihak asing berinvestasi dalam suatu e-commerce atau UKM tersebut saat ini menurut Rudiantara sedang dibahas. Selain e-commerce, ada sekitar 16 – 17 sektor bisnis yang rencananya akan dilonggarkan lagi untuk investor asing.

Tenjo oge Lurr.. (POTENSI EKONOMI INDONESIA AYA DI E-COMMERCE | WEHH..)

Seiring dengan revisi daftar negatif investasi (DNI) yang sedang dibahas oleh pemerintah, para pelaku industri e-commerce di Indonesia bisa mendapatkan pendanaan (investasi) lebih besar lagi dari investor luar. “Momentum revisi DNI ini menjadi kesempatan baik untuk semua pelaku e-commerce di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo sendiri memberikan batasan waktu dua minggu terhitung sejak Selasa (12/1/2016) kepada para menteri terkait untuk merampungkan revisi daftar negatif investasi (DNI) yang berlaku saat ini. Ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.  (Bobotoh.id/BBS)

[socialpoll id=”2323424″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.