REED HASTINGS, PENDIRI NETFLIX NU NGAHARGAAN KARYAWAN SIGA RAJA | ASSOOYY..

Hmmm.., praktek dalam memperlakukan karyawannya banyak dipuji di Amerika Serikat. Gaji pegawai dikenal tinggi untuk menarik bakat terbaik. “Kami tidak takut untuk membayar tinggi,” kata Hastings suatu ketika. Kemudian, karyawan bisa memilih apakah kompensasi dibayar lebih banyak saham atau lebih banyak uang. Waktu cuti juga fleksibel, tidak dibatasi dan bisa diatur oleh karyawan sendiri. Bahkan katanya karyawan bisa liburan selama mereka mau, asalkan pekerjaannya beres. Kalau karyawan dikarunai bayi, mereka bisa cuti sampai setahun dan tetap dibayar penuh.

Budaya kerja itu gagasan Hastings itu disebut sebagai Freedom & Responsibility. Dan meski mendapat banyak fasilitas, karyawan Netflix tidak lantas terlena. Soalnya yang kerjanya biasa-biasa saja bisa dikeluarkan sewaktu-waktu. Namun pesangonnya tinggi. “Di kebanyakan perusahaan, karyawan dengan performa biasa akan mendapat kenaikan gaji biasa juga. Di Netflix, mereka akan mendapatkan pesangon yang tinggi,” katanya. Sistem ini memungkinkan kantor menyingkirkan karyawan tak berprestasi tanpa merasa berat hati. Hastings sendiri dibesarkan di keluarga berada. Ayahnya pengacara terkenal. Ia tertarik pada bidang studi matematika dan masuk jurusan itu di Bowdoin College di Maine. Di sana, ia memenangkan kompetisi matematika bergengsi. Tenjo oge Lurr.. (LAYANAN STREAMING FILM NETFLIX MASUK INDONESIA)

1

 

Begitulah, Netflix menapak pada kesuksesan dan kini menjadi raksasa media streaming online yang sangat diperhitungkan. Oktober 2015, Netflix melaporkan jumlah pelanggan sudah tembus 68,17 juta di seluruh dunia, 43 juta di antaranya di Amerika Serikat. Dan kini Netflix sudah tersedia di 190 negara, tentu pelanggannya akan melonjak. (Bobotoh.id/BBS/detik.com)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2321904″]


[socialpoll id=”2318163″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.